Articles on pekerja migran Indonesia
Displaying all articles
Para pekerja migran perempuan telah menjadi korban ketidakpastian yang disebabkan oleh sistem migrasi yang cenderung ekspolitatif kapitalis yang membuat mereka kehilangan hak-haknya sebagai pekerja.
Keseriusan diplomasi pendidikan antara Indonesia dan Malaysia diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan optimalisasi upaya pemenuhan akses pendidikan anak pekerja migran Indonesia.
Penelitian kami menunjukkan mengapa pekerja migran Indonesia menggunakan “penyelundup” untuk pulang dari Malaysia.
Akses pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia tampaknya belum menjadi salah satu fokus utama dalam nota kesepahaman Indonesia-Malaysia.
Perempuan pekerja migran domestik dan purna menjadi salah satu kelompok yang terkena dampak paling parah selama pandemi. Dampaknya masih mereka rasakan hingga menjelang berakhirnya pandemi ini.
Sistem tata kelola pekerja migrran oleh pemerintah Indonesia masih bermasalah. Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa dari sekitar 9 juta pekerja migran, baru setengahnya yang berstatus legal.





