Articles on Suhu panas
Displaying all articles
Sebagian besar emisi karbon berasal dari perusahaan dan sektor industri berbasis bahan bakar fosil (seperti minyak, gas, batu bara, dan semen), sehingga perubahan perilaku individu saja—misalnya membawa tumbler—tidak cukup menyelesaikan masalah.
Fenomena panas perkotaan atau urban heat island memunculkan ketimpangan akses kenyamanan terhadap panas.
Teknologi penanganan panas ekstrem terbatas dan memicu eksklusi digital.
Diperlukan kebijakan adaptasi panas yang inklusif.
Kenaikan suhu tak hanya soal lingkungan, tetapi juga menekan produktivitas UMKM. Studi terbaru menunjukkan pendapatan usaha kecil & menengah di Indonesia bisa turun hingga 14% akibat panas ekstrem.
Persoalan suhu panas di permukiman tidak bisa diselesaikan dengan mengganti atap (gentengisasi). Solusi alternatif lebih murah dan efektif adalah teknologi atap dingin seperti cat reflektif, ditambah penanaman pohon dan menambah ruang hijau.
‘Urban Heat Island 'masih menjadi isu sekunder dalam kebijakan bencana. Orang miskin paling terdampak. Kita butuh 'rencana aksi tanggap gelombang panas ekstrem.
Kekeringan berdampak parah bagi amfibi, ikan-ikan, primata, kehidupan laut, hingga reptil purba.
Protokol aklimatisasi panas, jika dipadukan dengan strategi mitigasi panas, merupakan strategi mencegah cedera akibat panas.
Kita perlu mengendalikan populasi keong mas agar tidak merusak kehidupan manusia. Perubahan iklim juga meningkatkan populasi keong mas.
Gelombang panas Cerberus menyerang Eropa–sebuah pertanda masa depan yang semakin mengkhawatirkan.
Gelombang panas sulit terjadi di Indonesia. Sebab, sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan. Iklim dan cuacanya juga lebih banyak dikontrol oleh parameter angin dan curah hujan.








