Articles on refleksi pendidikan
Displaying 41 - 60 of 89 articles
Alih-alih terjebak pada kesejaluran, penilaian untuk kenaikan jabatan profesor seharusnya mempertimbangkan konsistensi dalam berkarya dan dampak dari penelitian dosen. Mengapa?
Kebijakan publikasi ilmiah yang ada saat ini cenderung menjebak dosen dalam tirani matriks. Apa yang harus dilakukan untuk keluar dari jebakan tersebut?
Upaya-upaya menuju ‘World Class University’ masih terjebak ranking sehingga gagal menawarkan solusi bagi persoalan bangsa yang lebih substansial. Benarkah demikian?
Guru penting hadir di dunia maya, terutama sebagai pengimbang dan konfirmasi dari banyaknya informasi yang bertebaran di media sosial.
Gamifikasi atau penerapan elemen permainan berpotensi menginovasi aktivitas pembelajaran di pendidikan tinggi. Mengapa?
Sejak tahun 2005, KPBU telah digagas untuk mengisi kesenjangan antara kebutuhan dan kemampuan fiskal pemerintah Indonesia. Tapi implementasinya masih jauh panggang daripada api. Mengapa?
Pemerintah mewacanakan penerapan pinjaman pendidikan untuk mengatasi persoalan tingginya biaya kuliah. Namun, bukti-bukti menunjukkan hal ini perlu dikaji ulang. Mengapa?
Kebijakan PTN-BH merupakan akar masalah naiknya biaya kuliah, karena pendanaan dari Pemerintah untuk PTN-BH hanya di kisaran 30% atau bahkan kurang.
CC BY-SA87.5 MB (download)
Biaya pendidikan tinggi kembali menjadi topik diskusi publik beberapa minggu terakhir. Kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun ini menjadi sorotan beragam kalangan masyarakat, mulai dari mahasiswa, orang…
Budaya kekerasan, rendahnya kesejahteraan pendidik, dan prekarisasi adalah kegagalan sistemik yang menjadi alasan mengapa pendidikan di Indonesia belum berhasil memerdekakan manusia.
Pemerintah menyebutkan bahwa pendidikan tinggi bukanlah wajib belajar sehingga memerlukan bantuan dari masyarakat dalam bentuk dana. Benarkah?
Apa itu ‘paper mill’ dan bagaimana cara kerjanya?
Mengapa ‘lifelong learning’ semakin penting di era digital?
Salah satu solusi untuk mengatasi pelanggaran akademis adalah dengan mengubah cara pandang dalam melihat kampus sebagai tempat ‘transmisi’ pengetahuan menjadi ‘produksi’ pengetahuan.
Di beberapa kampus, daya tarik fisik terbukti memengaruhi penilaian akademis kepada mahasiswa. Mengapa diskriminasi ini terjadi dan apa solusinya?
Pemeringkatan kampus telah terbukti menciptakan masalah baru. Terutama terkait cara kerjanya yang fokus pada jumlah sehingga menciptakan tekanan untuk terus-menerus mempublikasi.
Guru besar adalah pencapaian jabatan akademik tertinggi yang bisa diraih dosen. Namun, syarat menjadi guru besar tidaklah mudah, sehingga banyak oknum yang kemudian memilih jalan pintas.
Ketika studi media dan komunikasi di Indonesia stagnan, pendekatan baru apa yang diperlukan?
Kasus ‘ferienjob’ (kerja di waktu libur) di Jerman yang melibatkan mahasiswa magang asal Indonesia sedang heboh akhir-akhir ini. Apa akar masalahnya?
Pelanggaran akademik semakin marak di Indonesia dan telah melahirkan reputasi buruk di mata internasional. Dampaknya pun tak main-main. Tapi mengapa praktik-praktik ini masih marak terjadi?



















