Articles on Selisik Integritas Akademis
Displaying 1 - 20 of 34 articles
Skor kebebasan akademis di Indonesia merosot dalam satu dekade terakhir. Apa kata para pakar?
Personalisasi kekuasaan membuat perguruan tinggi rentan terhadap korupsi. Mengapa?
Ramai dugaan pemalsuan identitas dan data riset dalam sejumlah konferensi ilmiah internasional yang melibatkan sekelompok peneliti independen dari Indonesia. Apa penjelasan psikologisnya?
Publikasi ilmiah Indonesia tumbuh pesat. Namun ketika jurnal menerbitkan ratusan artikel tiap tahun, muncul pertanyaan: bagaimana menjaga kualitas dan integritas ilmiahnya?
Dalam konteks riset sosial dan humaniora (soshum), pendekatan ‘slow science’ lebih tepat untuk digunakan karena dapat membantu peneliti memperkuat kedalaman analisis.
Terdapat 4 masalah yang kerap dihadapi oleh dosen Indonesia dalam menulis artikel ilmiah untuk jurnal internasional. Apa saja?
Sistem penerbitan akademik seringkali membiarkan kesalahan ilmiah tetap ada karena lebih mengutamakan keuntungan dan prestise daripada koreksi yang cepat.
Di Indonesia, krisis kepakaran kian parah karena disinformasi dan komodifikasi gelar akademis yang merusak kredibilitas pengetahuan dan mengancam kepentingan publik.
Penulis dan peninjau artikel ilmiah kini dapat berkolaborasi dengan AI. Bagaimana memastikan penggunaannya tidak menyalahi etika akademis dan integritas ilmiah?
Riset menunjukkan, lebih dari 70% mahasiswa mengaku telah terlibat dalam berbagai bentuk kecurangan akademis.
Permasalahan integritas akademis di Indonesia membutuhkan solusi dari banyak sisi—sejak dari hulu hingga ke hilir.
Indeksasi jurnal tidak semestinya menjadi ukuran tunggal dari kinerja penelitian. Sistem evaluasi harus dilengkapi dengan indikator yang menempatkan dampak penelitian sebagai prioritas utama.
Gelar doktor Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menulai polemik. Analisis terhadap karya ilmiah Bahlil menunjukkan berbagai kelemahan mendasar, mulai dari metode penelitian hingga kualitas referensi.
Riset menunjukkan bahwa guru besar di Indonesia banyak yang menerbitkan karya ilmiah di jurnal ‘predator’. Apa dampaknya bagi proses pengangkatan guru besar di masa depan?
Mahasiswa S3 di Indonesia menghadapi beberapa masalah yaitu, kesenjangan antara pendapatan dengan biaya S3, minimnya dukungan dari lingkungan, dan tekanan publikasi yang menyuburkan jasa instan.
Fenomena joki tugas bisa diatasi, salah satunya, dengan memperkuat kemampuan dan budaya menulis di kampus.
Bukan hanya soal pelanggaran integritas akademis, perjokian dalam pendidikan farmasi juga menimbulkan dampak jangka panjang yang merugikan. Mengapa?
The Conversation Indonesia memperoleh penghargaan untuk kategori Media Skala Kecil dengan Inovasi Program Kampanye Media Sosial Terbaik di AMSI Awards 2024.
Praktik-praktik curang guna mendapatkan jabatan guru besar menunjukkan adanya permasalahan mendasar dalam aturan dan orientasi karier dosen.
CC BY93.8 MB (download)
Diskusi mengenai praktik joki tugas memanas di jagat media sosial X dalam beberapa waktu terakhir. Pembahasan ini mencuat ke permukaan setelah influencer pendidikan, Abigail Muria, mengangkat isu ini ke…



















