Articles on Pemanasan global
Displaying 61 - 80 of 112 articles
Bahan bakar ramah lingkungan berpotensi menurunkan emisi, tapi belum tentu ramah lingkungan dan sosial.
Pandemi COVID-19 mengakibatkan pertemuan konferensi iklim tahunan ditunda selama 1 tahun, tapi juga menurunkan emisi karbon. Apakah itu cukup dan apakah kondisi ini akan terus berlangsung?
Produk olahan susu memiliki jejak lingkungan terbesar, tapi susu nabati datang dengan sejumlah isu lingkungan juga.
Riset menunjukkan ada cara baru yang dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan gambut tapi bisa tetap menjamin kehidupan ekonomi masyarakat setempat.
Awan bisa menjadi selimut dan payung – memanaskan atmosfer bumi dan mendinginkannya pada waktu yang sama. Efek manakah yang akan mendominasi?
Seiring dengan Inggris memasuki resesi, beberapa tips sederhana dan murah untuk mengurangi tagihan listrik serta dampak pada planet.
Mendaur ulang dan mematikan lampu adalah langkah baik, namun tidak sepenting mengurangi konsumsi daging, perjalanan udara, dan berkendara pada basis individual untuk perubahan iklim.
Campur tangan manusia terhadap lingkungan dapat meningkatkan ancaman penyakit, seperti COVID-19. Namun, bersentuhan dengan alam juga bisa menjadi solusi untuk pandemi ini.
Pembaruan Pendidikan Kehutanan bisa meredam praktik eksploitasi hutan dan melindungi manusia dari krisis iklim.
Konsentrasi karbon dioksida global di atmosfer mencapai 400 ppm sekitar 4 juta tahun lalu. Rata-rata, Bumi lebih hangat 3°C. Namun, bagian utara, lebih hangat 14°C daripada saat ini.
Pembatasan aktivitas manusia memberikan waktu bagi ekosistem laut untuk memulihkan diri. Namun, kehadiran manusia dibutuhkan untuk program konservasi laut.
Spesies “pemenang” berevolusi di wilayah yang hangat dan subtropis. Sementara, yang berada di wilayah dingin adalah spesies “yang kalah” dan berisiko punah.
Ikan karang hilang saat gelombang panas muncul, tapi cepat kembali lagi kepada terumbu karang yang sehat.
Kehilangan biodiversitas secara cepat akibat perubahan iklim juga merupakan ancaman signifikan bagi kehidupan manusia.
Kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 15-20% dengan memperbaiki cara berkendara. Ini sekaligus bisa turunkan emisi dan menghemat pengeluaran.
Meski langit bersih selama pandemi akibat berkurangnya aktivitas manusia, emisi kita masih meningkat.
Teknologi efisien energi bisa menghemat miliaran rupiah dan menghindari pembangunan 50 pembangkit listrik pada 2030.
Dengan keberadaan sinar matahari yang konsisten sepanjang tahun, dan ketersediaan lahan, Indonesia bisa menghasilkan 100% listrik hanya dari sinar matahari.
Risiko alam dari pemanasan global buatan manusia, dan urgensi untuk bertindak sudah jelas.
Kami menganalisis 58 maskapai penerbangan terbesar dunia, seperti American Airlines, British Airways, dan Qantas terkait krisis iklim. Bahkan maskapai terbaik belum cukup berkontribusi.



















