Articles on Perjanjian Paris
Displaying all articles
Program JETP senilai Rp338,2 triliun belum memberikan hasil signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa dana tersebut dialihkan untuk studi kelayakan dan kepentingan donor, bukan energi hijau lokal.
Dokumen Second NDC ini dinilai masih mempertahankan pola lama tanpa terobosan aksi mitigasi yang signifikan untuk mengurangi emisi karbon.
Mundurnya AS dari Perjanjian Paris tak menyetop upaya global dalam memerangi perubahan iklim. Sebaliknya, jelang COP30 pemimpin-pemimpin baru mulai mengambil peran.
Menjelang COP 30, sejumlah negara belum juga menyerahkan pembaruan aksi iklim nasional atau second NDC kepada UNFCC, ternasuk Indonesia.
Bumi tinggal menghitung waktu, demikian kata riset terbaru. Dunia harus berhenti membakar fosil dan mengambil langkah mendesak untuk mengurangi pemanasan global.
Bumi telah melewati batas 1,5°C yang digariskan dalam Perjanjian Paris, di mana para ilmuwan memperkirakan akan terjadi kerusakan besar pada sistem pendukung kehidupan planet kita.
Upaya untuk mengatasi krisis iklim secara global jauh lebih besar dari satu orang. Berikut sepuluh alasan agar kita tetap berharap.
Juli adalah bulan terpanas sepanjang sejarah-–dan suhunya melebihi 1,5 derajat. Namun satu bulan ini berarti kita gagal memenuhi tujuan Perjanjian Paris.
Gerakan protes iklim di Indonesia meningkat, tetapi belum bisa memengaruhi kebijakan.
Perubahan iklim telah membuat lautan tropis terlalu panas bagi beberapa spesies. Ketika berpindah ke arah kutub, akan berdampak besar bagi ekosistem dan mata pencaharian manusia.
Bergabungnya AS kembali ke Perjanjian Paris memberikan harapan adanya perubahan bagi penurunan emisi global dan upaya mengatasi dampak krisis iklim, termasuk Indonesia.
Laporan terbaru terkait data kesehatan di dunia yang memanas. Setidaknya 296.000 kematian terkait panas terjadi pada usia di atas 65 tahun pada tahun 2018.
Pandemi COVID-19 mengakibatkan pertemuan konferensi iklim tahunan ditunda selama 1 tahun, tapi juga menurunkan emisi karbon. Apakah itu cukup dan apakah kondisi ini akan terus berlangsung?
Penurunan emisi karbon juga bergantung pada perubahan norma dan perilaku sosial, tidak hanya dengan teknologi.
Persoalan perubahan iklim tidak hanya soal sains dan teknologi, melainkan juga soal moral, etis, dan spiritual tentang cara kita hidup.
Emisi besar yang dihasilkan oleh individu-individu ini menunjukkan bahwa sebagian kecil dari populasi manusia memiliki peran yang sangat signifikan dalam pemanasan global.
Penelitian terbaru menunjukkan pemanasan lebih dari 2°C menjadi titik penting bagi lapisan es di Antarktika, yaitu pencairan es secara besar-besar dan perubahan garis pantai di masa mendatang.
Kalangan termiskin paling menderita akibat emisi CO₂ yang berasal dari gaya hidup orang kaya. Sekarang waktunya bertindak atas nama keadilan iklim dan sosial.

















