Articles on Hak-hak LGBTQ
Displaying all articles
Selama perhelatan Piala Dunia FIFA 2022, banyak yang menyoroti bagaimana turnamen tersebut penuh kontroversi dan politisasi, tetapi olahraga dan politik memang tidak dapat dipisahkan.
Pandemi COVID-19 secara tidak proporsional berdampak pada individu LGBT+, khususnya mereka yang hidup dengan HIV, pekerja seks, individu transgender, dan mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan.
Di Indonesia, kelompok minoritas gender dan seksual masih menghadapi pola diskriminasi yang semakin intens. Kehidupan para LGBTQ di Indonesia makin terancam, bahkan di media sosial.
Gedung kantor perwakilan diplomatik merupakan wilayah yurisdiksi ekstrateritorial dari negara pengirim, sehingga pada gedung tersebut berlakulah hukum negara asalnya, bukan negara lokasi gedungnya.
Dunia maya pun terbukti masih belum bisa menjadi ruang aman bagi kelompok minoritas gender untuk berekspresi.
Para jurnalis tidak mendapatkan sarana, akses, serta materi yang cukup atas isu-isu LGBTIQ. Inilah yang membuat hasil pemberitaan dan tulisan mereka cenderung bernada diskriminatif.
Seiring komunitas akademik dunia Barat dan Indonesia menjalin kerjasama, kita harus terus mencari jalan bersama untuk melawan diskriminasi, termasuk terhadap komunitas LGBT.
Pembungkaman atas isu LGBT di kampus sudah berlangsung lama - paling tidak sejak era Orde Baru - dan sayangnya terus terjadi hingga kini. Namun, perlawanan tidak berhenti.
Komunitas gay Indonesia menggunakan media sosial untuk meruntuhkan sigma lewat empat strategi.








