Articles on Media Sosial
Displaying 41 - 60 of 203 articles
Kehadiran influencers melalui media sosial membentuk opini publik tentang jilbab–yang awalnya dilihat sebagai batasan, kini menjadi bagian dari identitas.
Aksi kolektif #IndonesiaGelap menjadi alarm bagi masyarakat bahwa ada realitas lain yang coba disembunyikan oleh penguasa
Rencana pemerintah membatasi penggunaan medsos untuk anak-anak dapat menyebakan tidak fokusnya legislasi dalam menyasar masalah utama dan penumpukan aturan hukum.
CC BY-SA59 MB (download)
Isu perlindungan anak di ruang digital kembali mengemuka beberapa waktu terakhir. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, berencana menerapkan regulasi terkait pembatasan usia anak dalam…
Banyak kawula muda yang rela mengorbankan tabungannya demi membeli barang non-esensial karena dorongan tren semata.
Meskipun penggunaannya meluas dan berdampak besar, ‘influencer marketing’ masih diliputi ketidakpastian, ambiguitas, dan kontroversi, baik bagi praktisi maupun masyarakat umum.
Diskursus tentang “matinya kepakaran” ramai di media sosial. Orang-orang lebih mempercayai influencer alih-alih mencari para pakar. Apakah benar kepercayaan terhadap para pakar telah ‘mati’?
Hubungan parasosial dengan influencers dan fenomena psikologis seperti FOMO, YOLO, dan FOPO menjadi faktor pemicu perilaku pembelian impulsif, terutama di kalangan anak muda seperti Gen Z.
Generasi muda saat ini kian memprioritaskan karir, pendidikan, dan pengembangan diri dibandingkan berkeluarga. Mengapa?
Ruang gema di media sosial ditenggarai menjadi penyebab disinformasi dan radikalisasi terhadap seseorang yang aktif menggunakan media sosial.
Media sosial, dalam hal ini, tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai katalis yang mempercepat penyebaran ide-ide kritis dan ajakan bertindak.
Mengatasi kekerasan verbal ‘online’ membutuhkan pendekatan multidimensi yang melibatkan berbagai pihak, dari individu hingga pembuat kebijakan.
Praktik sains terbuka dapat berdampak secara langsung pada cara saintis (ilmuwan) berkomunikasi dengan masyarakat luas sehingga memperkuat literasi publik. Mengapa demikian?
Beberapa minggu terakhir ini, media sosial dihebohkan dengan pemberitaan seorang selebritas Instagram (selebram) yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kabar ini terhitung mengejutkan. Sebab…
Di antara kejenakaan Snoop Dogg, perenang yang terobsesi dengan muffin, dan penembak jitu paling keren di dunia, Olimpiade tahun ini menyuguhkan banyak sekali momen viral.
Olahraga lari saat ini sedang tren. Berbahayakah lari karena FoMO?
TikTok telah mengubah cara kita berkomunikasi dan berekspresi di media sosial. Asoka challenge adalah salah satu contohnya.
Guru penting hadir di dunia maya, terutama sebagai pengimbang dan konfirmasi dari banyaknya informasi yang bertebaran di media sosial.
CC BY-SA66.7 MB (download)
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana mendirikan sebuah badan independen bernama Dewan Media Sosial (DMS). Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Budi Arie Setiadi…
Menyendiri itu pilihan, tidak bisa dipaksakan.


















