Articles on lapangan kerja
Displaying all articles
Manajemen seolah tidak sadar persoalan di tempat kerja tak jarang justru bersumber dari proses dan cara kerja organisasi itu sendiri.
Ketika kebutuhan pasar dijadikan dasar kebijakan kampus, pendidikan tinggi berisiko kehilangan fungsi kritisnya karena hanya dinilai dari fungsi ekonominya.
Di balik fleksibilitas dan peluang diversifikasi pendapatan, tren ‘polyworking’ menimbulkan risiko bagi pekerja dan kondisi perekonomian makro.
Dengan dukungan pelatihan yang tepat sasaran, peluang untuk mendapat akses pekerjaan yang lebih layak akan terbuka lebar bagi para sopir ojol.
Studi membuktikan penyandang Down syndrome cukup loyal, perhatian terhadap detail, dan mampu bekerja terstruktur.
Cita-cita cuan sering berujung terjebak hidup di daerah terpencil, dibayar di bawah upah minimum, hingga rungkat ditipu puluhan ribu dolar.
Jumlah saja yang besar, tapi kewirausahaan di Indonesia kebanyakan stagnan, informal, dan mati sebelum berkembang.
Jika dibiarkan, perempuan menikah akan terus menjadi kelompok “cadangan” dalam dunia kerja — dipanggil saat dibutuhkan, ditinggalkan saat krisis.
Orang dalam (ordal) memainkan peran penting dalam membuka akses loker bagi lulusan muda. Mengapa demikian? Ini kata riset.
Generasi muda saat ini hidup di era yang penuh dengan ketidakpastian. Mereka menghadapi minimnya lapangan kerja, faktor orang dalam, ‘career mismatch’ hingga ketiadaan jaminan atas hidup yang layak.
MBG berpotensi mendorong perbaikan ekonomi dan mobilitas sosial dalam jangka panjang
Presiden Prabowo Subianto bertekad meningkatkan perekonomian dan menghapus kemiskinan, namun program dan langkah yang ia tawarkan tampaknya salah arah dan tak mampu menjawab akar masalah.
Di banyak kasus, Gen Z menghindari dijadikan manager. Padahal ada sejumlah pendekatan agar peran manager sesuai dengan karakteristik Zilenial.
Meski ekonomi hijau menawarkan peluang baru, penyandang disabilitas masih sulit berpartisipasi. Keterbatasan pendidikan, akses pelatihan minim, dan penegakan kebijakan turut berpengaruh.
Di tengah kerentanan pasar tenaga kerja Indonesia, JKP seharusnya menjadi angin segar bagi para korban PHK. Sayangnya, penerimaan publik cenderung negatif dan persyaratannya bias pekerja formal.
Jika masalah pengangguran dan ekonomi tidak diantisipasi, perguruan tinggi akan menjadi salah satu penyumbang terbesar pengangguran terdidik di Indonesia. Apa solusinya?
Kementerian Pendidikan menyatakan hanya ada maksimal 20% lulusan perguruan tinggi yang bekerja sesuai program studinya. Apa yang menyebabkan fenomena ini, dan apa yang bisa dilakukan ke depannya?
Untuk mendalami tantangan lulusan baruu dan pekerja muda di tengah pandemi, kami berbicara dengan dua peneliti SMERU, Sylvia Sylvia Andriyani Kusumandari dan Akhmad Ramadhan Fatah.
COVID-19 dapat memperburuk lapangan kerja untuk anak muda di Indonesia melalui tiga hal: memperketat syarat masuk pasar kerja, menurunkan level pendapatan, hingga memperburuk kondisi ketenagakerjaan.
Untuk transformasi digital yang unggul, setiap organisasi harus meningkatan kemampuan dan pelatihan ulang dari tim pembelajaran dan pengembangan mereka sebagai resolusi.



















