Articles on krisis iklim
Displaying 61 - 80 of 133 articles
Pada episode kali ini, kami ngobrol dengan Rini Astuti, peneliti iklim di Australian National University tentang bagaimana generasi muda akan merasakan dampak terparah krisis iklim pada tahun 2050.
Kekeringan telah menjadi ancaman besar selama berabad-abad – memicu konflik dan migrasi sejak masa Kekaisaran Ottoman hingga Suriah di masa kini.
Cuaca ekstrem meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi. Upaya adaptasi dan mitigasi pemerintah terhadap krisis iklim dianggap masih kurang.
Lautan memainkan peran kunci dalam mengatur kehidupan di Bumi. Kita harus mengubah pandangan kita tentang mereka dari hanya sebagai kegunaan dan mengembangkan secara berkelanjutan.
Pengadilan di Belanda memutuskan perusahaan raksasa minyak harus memotong emisi hingga 45%.
Lukisan gua kuno baru mulai memberi tahu kita tentang kehidupan manusia purba di Australasia. Seni ini menghilang saat kita baru mencoba memahami maknanya.
Para akademisi terkemuka, termasuk mantan ketua IPCC, mendukung pemerintah di seluruh dunia menggunakan konsep emisi nol bersih sebagai “greenwash” atas lemahnya komitmen mengatasi pemanasan global.
Pidato iklim Jokowi pada Biden Summit belum menunjukkan target yang ambisius cegah dampak krisis iklim lebih parah di Indonesia.
Hari Bumi: bagaimana gaya hidup etis di tengah kemerosotan lingkungan hidup?
Ngobrol seru mulai dari Seaspiracy, pola konsumsi manusia yang sudah merusak, apa itu gaya hidup yang "hijau", hingga kekhawatiran dan harapan akan masa depan Bumi, manusia dan makhluk lainnya.
Gerakan protes iklim di Indonesia meningkat, tetapi belum bisa memengaruhi kebijakan.
Perubahan iklim telah membuat lautan tropis terlalu panas bagi beberapa spesies. Ketika berpindah ke arah kutub, akan berdampak besar bagi ekosistem dan mata pencaharian manusia.
Turunnya muka tanah ditambah dengan kenaikan muka laut membuat ratusan juta orang dalam bahaya.
Kami ngobrol dengan Kadarsah, Koordinator Bidang Analisis Perubahan Iklim, BMKG tentang bagaimana dampak dari perubahan iklim ini memicu cuaca ekstrem.
Pandemi berimbas baik dan buruk bagi lingkungan hidup, untuk Indonesia dan global.
Penelitian awal menunjukkan petani di Jawa Barat bisa bertahan menghadapi risiko perubahan iklim, seperti gagal panen akibat kekeringan dan serangan hama.
Bergabungnya AS kembali ke Perjanjian Paris memberikan harapan adanya perubahan bagi penurunan emisi global dan upaya mengatasi dampak krisis iklim, termasuk Indonesia.
Indonesia akan alami banyak kerugian apabila tidak tingkatkan ambisi penurunan emisi nasional.
Ini kata para ahli hukum lingkungan dan HAM terkait banjir di Kalimantan Selatan.
DKI Jakarta memenangkan penghargaan “Transportasi Berkelanjutan”, tetapi ini belum cukup untuk menurunkan kadar polusi udara di ibukota.
Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) memiliki target rehabilitasi mangrove 600.000 hektare hingga 2024.



















