Articles on Konsumsi
Displaying all articles
Mengacu pada data historis 1961–2025, laju pertumbuhan PDB Nasional melambat rata-rata 1,48% pada 13 dari 20 tahun kejadian El Niño sejak 1961.
Pada akhirnya, salah satu penentu finansial rumah tangga adalah bagaimana bisa menjaga pengeluaran kecil yang jumlahnya tak jarang malah banyak secara kuantitas.
Jika pemerintah tak bisa berkompromi dengan pengelola parkir, aksi pungutan parkir liar dan premanisme justru berpotensi tetap merajalela.
Banyak orang rela gadai barang hingga pinjaman online hanya untuk bisa tampil optimal ketika hari lebaran.
Momen untuk memulai resolusi tahun baru nyatanya sering membutuhkan persiapan modal yang besar.
Target pertumbuhan ekonomi nasional 5% tahun ini dirasa cukup berat untuk tercapai. Lalu bagaimana proyeksinya tahun 2026?
Merek yang menggabungkan efisiensi biaya dengan storytelling, komunitas, dan pengalaman relevan bagi konsumen muda berpeluang bertahan di tengah tekanan ekonomi.
Apakah kemeriahan Harbolnas dan perjalanan wisata yang mencapai puncaknya di akhir tahun ini bisa sama seperti tahun-tahun sebelumnya?
Rojali dan Rohana bukan musuh peritel. Mereka hanya sedang dalam kondisi proses pembelian yang lebih panjang, atau sebenarnya sedang mengalami kelelahan ritel
Ritel bukan sekadar soal jual beli, melainkan tentang membangun relasi, menghadirkan pengalaman, dan menjawab kebutuhan dengan waktu dan cara yang tepat
Individu yang membawa uang tunai atau kartu prabayar memiliki kecenderungan intensi belanja yang lebih sedikit
Banyak kawula muda yang rela mengorbankan tabungannya demi membeli barang non-esensial karena dorongan tren semata.
Semakin kompleksnya teknologi yang digunakan dalam produksi makanan dan minuman, juga menimbulkan permasalahan baru dalam hal keamanan pangan.
Endapan tabungan Rp 690 triliun di bank membuat Jokowi resah dan mendorong masyarakat berbelanja demi menggerakkan ekonomi. Tepatkan himbauan ini ditujukan ke masyarakat? Siapa pemilik dana ini?
Jika pandemi COVID-19 tidak terkendali dan penyaluran bantuan lambat maka sulit untuk mencapai target pertumbuhan 5% di tahun depan.
Selain manfaat fungsional, barang-barang juga dapat mempengaruhi perasaan kita, baik tentang diri kita maupun terhadap situasi.














