Articles on rojali dan rohana
Displaying all articles
Rocadoh bisa memperkuat fungsi sosial mal asal bisa dimonetisasi dengan baik, berkolaborasi dengan tenan-tenan. Indikator keberhasilan mal perlu berganti dari penjualan per meter persegi, menjadi ‘engagement’ per tingkat kunjungan, lamanya kunjungan, dan kualitas pengalaman.
Merek yang menggabungkan efisiensi biaya dengan storytelling, komunitas, dan pengalaman relevan bagi konsumen muda berpeluang bertahan di tengah tekanan ekonomi.
YSL tetap menjaga image mewahnya yang bergerai offline di mall besar perkotaan dengan harga yang tidak bisa dikatakan murah
Rojali dan Rohana bukan musuh peritel. Mereka hanya sedang dalam kondisi proses pembelian yang lebih panjang, atau sebenarnya sedang mengalami kelelahan ritel
Mal menghadapi tantangan besar karena diserbu Rojali dan Rohana, tapi bukan berarti tidak ada peluang yang bisa ditangkap.
Ritel bukan sekadar soal jual beli, melainkan tentang membangun relasi, menghadirkan pengalaman, dan menjawab kebutuhan dengan waktu dan cara yang tepat





