Articles on kemarau
Displaying all articles
Kekeringan makin meluas, krisis air terjadi di banyak wilayah. Perempuan menjadi pihak paling terdampak.
Pariwisata mengancam ketahanan air di Bali dan berbagai lokasi wisata di Indonesia.
Papua mulai menunjukkan gejala menjadi “bentang-kebakaran” baru. Banyak titik api muncul di kawasan PSN energi dan food estate.
Kebakaran gambut sempat mereda, namun keberlanjutan restorasi kini menjadi tanda tanya sejak masa tugas BRGM berakhir pada 2024, dan tugasnya dialihkan.
Olahraga di cuaca panas ibarat mendaki gunung: Kita tidak bisa langsung menaklukkan Everest. Kuncinya tingkatkan latihan secara bertahap dan dengarkan sinyal tubuh.
Di tahun 2026 ini kita menghadapi ancaman Super El Niño dan Karhutla. Kerjasama di akar rumput, antar para pihak sangat diperlukan untuk mengatasinya. Kalau tidak, karhutla hebat seperti di tahun 2015 dan 2019 bisa terulang kembali.
Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) berhenti total 2023. Padahal, hampir setengah layanan berada di wilayah rawan kekeringan. Presiden Prabowo Subianto mestinya menjadikan ini program prioritas, bukan hanya MBG dan Kopdes.
Deforestasi Indonesia meningkat tajam. Tiga provinsi di Sumatera yang mengalami bencana longsor-banjir dahsyat pada penghujung 2025, mengalami lonjakan deforestasi sangat besar.
Hujan masih mengguyur. Musim kemarau terlambat datang, tapi masyarakat di wilayah Selatan Indonesia sudah merasakan fenomena ‘bediding’.
Sudah saatnya Indonesia membangun sistem tata kelola air yang lebih adaptif dan responsif terhadap risiko perubahan iklim masa kini dan mendatang.









