Articles on industri 4.0
Displaying all articles
Pertanyaannya saat ini adalah benarkah akar persoalannya terletak pada kemampuan individu mengatur waktu, atau justru pada cara organisasi merancang pekerjaan?
Para pendukung AI menjanjikan masa depan dengan kemakmuran yang hampir tak terbayangkan. Ada alasan kuat untuk bersikap skeptis.
Tenaga kerja Indonesia tidak hanya kalah dari segi keahlian, faktor penunjang seperti kemampuan bahasa asing pun tertinggal dibandingkan negara lain.
Kasus minuman berpemanis dan fast fashion di Indonesia mencerminkan urgensi menekan konsumsi berlebih demi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui gaya hidup yang lebih bertanggung jawab.
Di banyak kasus, Gen Z menghindari dijadikan manager. Padahal ada sejumlah pendekatan agar peran manager sesuai dengan karakteristik Zilenial.
Banyak perusahaan yang lamban dalam memanfaatkan teknologi seperti AI dan 3D printing. Inilah yang menghalangi revolusi industri 4.0 untuk terwujud.





