Articles on Data
Displaying 1 - 20 of 28 articles
Pemerintah perlu memberikan transparansi dalam menyampaikan klaim pencapaian kabinetnya sehingga pernyataannya menjadi layak untuk diuji secara ilmiah.
Riset: Pelaporan isu iklim di daerah masih cenderung reaktif, terutama saat muncul tekanan sosial-lingkungan atau demi menjaga kepercayaan publik.
Agen AI OpenClaw menjanjikan efisiensi tinggi, tetapi juga membuka risiko besar bagi privasi dan keamanan data. Artikel ini mengulas celah teknis, keterbatasan UU PDP, dan urgensi regulasi siber.
AI saat ini bekerja ibarat memaksa semua siswa pindah ke satu sekolah raksasa untuk belajar: Boros, ribet, dan rentan bocor. ‘Federated learning’ menjadi solusi mengatasinya.
Api demonstrasi adalah konsekuensi implementasi kebijakan tanpa basis bukti. Komunikasi pemerintah hanya berlandaskan asumsi dan spekulasi.
Mengumpulkan data dan menguji pengetahuan guru memungkinkan para peneliti untuk mengembangkan saran ilmiah bagi lembaga pendidikan guru.
ChatGPT dilatih dengan 300 miliar kata data pengguna, namun pengguna tidak memiliki cara untuk mengetahui apakah data mereka digunakan atau tidak.
Pusat data ‘kecil’ berkapasitas 1 MW membutuhkan energi setara dengan listrik untuk seribu rumah. Fasilitas ini juga membutuhkan 26 juta liter air setahun untuk mendinginkan mesin yang mudah panas.
‘Dataraising’, istilah yang saya coba perkenalkan dalam buku saya, menjelaskan upaya para organisasi nirlaba atau bahkan peneliti untuk mencari sumbangan data dari masyarakat.
Jika Twitter bubar, akan banyak sumber data berharga dan metode berbagi informasi yang akan turut hilang. Padahal banyak aktivis, jurnalis, petugas kesehatan umum, hingga ilmuwan mengandalkan hal ini.
Banyak platform pendidikan daring terbukti terlibat praktik penyalahgunaan data anak. Seperti apa risikonya, dan apakah UU PDP yang baru disahkan sudah cukup untuk mengatasinya?
Dominasi sebuah data dalam memengaruhi orientasi kebijakan tidak bersifat permanen karena data yang dominan di satu waktu dapat digantikan oleh data lain pada waktu yang lain.
IJRS membedah 735 putusan pengadilan selama 2018-2020 dan menemukan mayoritas korban kekerasan seksual adalah anak perempuan di bawah umur yang diperkosa pacar atau keluarga sendiri.
Mulai 2022 dengan memperbaiki password Anda. Idealnya Anda dapat memakai password manager, tapi minimal pastikan akun keuangan, sosial, dan pekerjaan Anda punya sandi yang kuat dan unik.
Tata kelola data yang baik melibatkan sinergi antara teknologi, proses (prosedur) dan manusia.
Bayangkan organisasi yang menyipan data Anda diretas. Bagaimana cara menilai risiko ancamannya, dan apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri Anda sendiri?
Namun yang menjadi persoalan adalah banyak masyarakat justru tidak mempelajari atau memahami kebijakan kerahasiaan, termasuk bagian syarat dan kondisi yang berhubungan dengan penggunaan data pribadi.
Data kekerasan terhadap anak masih belum terpublikasi dengan baik. Data dari berbagai institusi juga masih tersebar-sebar.
Ketidakpercayaan warga pada perlindungan data oleh pemerintah pada gilirannya menyebabkan ketimpangan dalam akses layanan publik.
Sebagai ruang publik baru, media sosial memiliki data penting bukan saja untuk penelitian ilmiah, tapi juga agar peneliti dapat terlibat mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat.



















