Articles on Algoritme
Displaying all articles
Kepercayaan bukan cuma dibangun dari logika dan akurasi. Manusia membutuhkan nuansa, ekspresi wajah, keengganan, dan kontak mata. AI tidak memiliki itu.
Power morph: Kekuasaan bukan lagi dari institusi, tapi viralitas di media sosial dan algoritma. Politikus kerap membuat video viral ketimbang kebijakan substantif.
Ruang gema di media sosial ditenggarai menjadi penyebab disinformasi dan radikalisasi terhadap seseorang yang aktif menggunakan media sosial.
Fintech kadang hanya dipahami sebagai pinjol. Kenali perkembangan, ragam, dan potensi risiko fintech di Indonesia.
Kemuktahiran ChatGPT menjadi bahan perdebatan sengit di dunia akademik.
Dari ChatGPT hingga Lensa, rasanya AI lahir untuk mengambil alih tugas manusia. Namun, terlepas dari beberapa terobosan yang mengesankan, sistem AI masih memiliki banyak keterbatasan.
Facebook menghasilkan uang dengan mengetahui penggunanya dan kemudian menarik pengiklan. Apakah mereka mau mengubah model bisnisnya?
Kecerdasan buatan dikelilingi oleh rasa takut dan misteri karena sangat sedikit yang memahami cara kerjanya. Namun hal itu sebenarnya agak intuitif dan jauh lebih sederhana daripada yang terlihat.
Matematika dan algoritme yang mendorong sains data tampak objektif, tapi faktor manusia sering melibatkan bias.
Jiika perusahaan berita mengabaikan Facebook, mereka hampir tidak akan kehilangan uang.
Algoritme membutuhkan analisis dari ilmuwan sosial
Bagaimana pun juga algoritme itu mesin. Dia butuh data, yang memasukkan data itu adalah manusia, makhluk sosial.
Sistem algoritme bekerja di balik mesin pencari dan aplikasi di dunia maya.
Di era internet, algoritme bekerja di balik teknologi mesin pencari, aplikasi, dan media sosial. Algoritme membantu manusia, tapi juga mengancam kehendak bebas.











