Sains + Teknologi – Artikel, Analisis, Komentar
Menampilkan 26 - 50 dari 957 artikel
Pemilihan rumput lapangan di setiap stadion berbeda-beda,
Sebagian besar negara perlu membenahi peraturan transparansi data milik platform digital. Platform tidak boleh sekadar memilih data mana yang ‘ingin’ dan ‘boleh’ dibuka ke muka publik.
Keterbatasan radiolog menghambat deteksi TB di Indonesia. CAD berbasis AI bisa menjadi solusi untuk mendeteksi TB yang sama akurat dan konsisten dengan radiolog.
ITCZ bukan sekadar istilah cuaca, melainkan sabuk hujan tropis yang menentukan kapan Indonesia basah atau kering. Memahami pergeserannya penting untuk memetakan risiko krisis air dan bencana di masa depan.
Jawaban chatbot AI soal isu kesehatan bisa terdengar meyakinkan. Namun, riset terbaru menunjukkan jawabannya kerap menyesatkan.
Thailand bangun sistem kesehatan terpadu yang bisa pantau kesehatan warga hingga ke desa. Pembangunan infrastruktur merata hingga kemampuan mumpuni pemerintahnya merespons penyakit menjadi kunci.
Pengetahuan astronomi di Indonesia telah berkembang sejak abad ke-7 Masehi. Candi dan prasasti merekam hal tersebut.
Teknologi ‘drone rudal’ semakin murah dengan bahan-bahan yang bisa kita temui di ‘marketplace’. Dilengkapi dengan AI, perlombaan teknologi semacam ini dibayangi oleh dilema etika peperangan dan celah hukum.
Ekor mungkin menghilang pada leluhur kera paling awal akibat sebuah kesalahan genetik.
Keterikatan Punch pada bonekanya bukan sekadar video yang mengharukan. Hal ini mengingatkan pada kisah serangkaian eksperimen psikologi yang sangat terkenal dari tahun 1950-an.
Bagaimana peneliti mengukur penalaran logis pada monyet, merpati, tikus, ikan, dan tawon akan memengaruhi cara kita memahami proses mental, baik pada hewan maupun manusia.
Agen AI OpenClaw menjanjikan efisiensi tinggi, tetapi juga membuka risiko besar bagi privasi dan keamanan data. Artikel ini mengulas celah teknis, keterbatasan UU PDP, dan urgensi regulasi siber.
Pink tak selalu identik dengan cinta dan feminitas. Sejarah menunjukkan makna warna, busana, dan kebiasaan sosial terus bergeser, dibentuk kekuasaan, industri, dan ingatan kolektif, bukan hukum alam.
Misi Artemis bukan hanya untuk menjelajahi, tapi untuk menambang material-material penting yang terkandung di Bulan. Inisiatif yang ambisius tetapi juga banyak tantangan.
Sistem penerbitan akademik seringkali membiarkan kesalahan ilmiah tetap ada karena lebih mengutamakan keuntungan dan prestise daripada koreksi yang cepat.
AI saat ini bekerja ibarat memaksa semua siswa pindah ke satu sekolah raksasa untuk belajar: Boros, ribet, dan rentan bocor. ‘Federated learning’ menjadi solusi mengatasinya.
Apakah bioteknologi gene editing bisa mendukung petani kecil dan membantu Indonesia mencapai kedaulatan pangan, ataukah hanya akan semakin memperdalam ketimpangan.
Pemadaman listrik akibat Siklon Senyar bikin Aceh lumpuh. Komunikasi mati, layanan publik kacau, ekonomi harian hancur. Krisis energi berubah jadi bencana baru berantai yang melumpuhkan segalanya.
Banjir Sumatra nyaris nihil kepemimpinan negara. Ribuan relawan turun, tapi negara justru seperti tak hadir sebagai otoritas. Apa dampaknya jika tanggap darurat dibiarkan tanpa arah?
Deklarasi bencana nasional yang lebih dini penting untuk respon yang akuntabel dan komitment untuk pemulihan ekologis, infrastruktur, dan ekonomi yang berkelanjutan.
Layanan berbasis AI dapat memicu kelelahan dan kecemasan sehingga membutuhkan pendekatan manusiawi.
Kepercayaan bukan cuma dibangun dari logika dan akurasi. Manusia membutuhkan nuansa, ekspresi wajah, keengganan, dan kontak mata. AI tidak memiliki itu.
Konten mengerikan seperti video Charlie Kirk atau Raya mudah muncul di dunia maya tanpa persetujuan kita.
Tak heran jika teman AI yang terasa nyata ini begitu menarik bagi mereka yang kesepian. Namun, bagi sebagian orang, hubungan ini bisa berisiko, bahkan berbahaya
Hanya segelintir inovasi di Indonesia yang benar-benar sampai ke masyarakat atau dipakai industri. Sisanya terjebak dalam laboratorium. Mengapa?
























