Lingkungan – Artikel, Analisis, Komentar
Menampilkan 276 - 300 dari 1012 artikel
Meski murah, banyak penghuni pemukinan daerah rawan bencana tidak mengkalkulasi beban tambahan rutin untuk perbaikan rumah yang jumlahnya tergolong besar
Istilah atmosfer dan biosfer sudah lama kita kenal. Kini, ekosistem baru bernama plastifer mulai terbentuk akibat sampah plastik dan berisiko menjadi bom waktu di masa depan.
Indonesia berpeluang untuk terus mengembangkan pasar karbonnya. Namun, perdagangan karbon tidak boleh menjadi alasan untuk mengkompensasi penggunaan bahan bakar fosil terus menerus.
Penelitian kami menunjukkan bahwa metode eDNA lebih efektif dibandingkan metode sensus visual dalam proses pendataan biodiversitas laut. Namun, ada tantangan untuk implementasi eDNA dalam skala luas.
Perbedaan keaktifan antara lurah dan kepala desa boleh jadi mencerminkan implikasi praktek demokrasi dan pengelolaan dana di tingkat lokal.
Kolaborasi media dan masyarakat sipil dalam mengawal isu lingkungan perlu diperkuat guna memantau janji-janji pemerintahan Prabowo-Gibran.
Konferensi perubahan iklim memang penuh kelemahan—itu tak terbantahkan. Namun, forum ini tetap penting. Berikut perubahan yang diharapkan seorang veteran yang sudah 25 kali menghadiri COP.
Kasus minuman berpemanis dan fast fashion di Indonesia mencerminkan urgensi menekan konsumsi berlebih demi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui gaya hidup yang lebih bertanggung jawab.
Di banyak daerah, alternatif lain seperti pemanenan air hujan, teknologi pemanen kabut, atau sistem penampungan air skala rumah tangga bisa lebih efektif dan efisien.
Bendungan-bendungan yang seharusnya dapat menekan krisis air di daerah-daerah, justru masih jauh dari harapan. Dalam beberapa kasus, bendungan justru menambah masalah baru.
Upaya untuk mengatasi krisis iklim secara global jauh lebih besar dari satu orang. Berikut sepuluh alasan agar kita tetap berharap.
Keamanan laut bukan cuma soal armada kapal perang, dan TNI AL. Masalah organisme asing juga perlu kita waspadai.
Warga Pulau Mensemut dihantam abrasi yang menenggelamkan dua per tiga ruang hidup mereka. Namun, mereka menolak pindah meski terancam. Mengapa begitu?
Selain meningkatkan target pengurangan emisi, Prabowo harus meningkatkan ketangguhan Indonesia menghadapi dampak perubahan iklim
Mayoritas perempuan membersihkan dan memilah sampah pembalut. Sayangnya, upaya mereka sia-sia belaka karena Kota Yogyakarta tidak memilki sistem pengolahan sampah pembalut.
Diskusi AI dari perspektif lingkungan didominasi oleh kekhawatiran akan dampak ekologisnya yang merugikan. Padahal, AI bisa menjadi solusi inovatif dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Tenaga surya menjadi pemain utama dalam pembangkitan listrik dan para ilmuwan berusaha meningkatkan efisiensinya lebih jauh lagi.
Pemerintah perlu mengakui hak-hak adat Orang Rawang atas wilayah kelola mereka di ekosistem gambut, dan melibatkan mereka secara aktif dalam perencanaan dan implementasi program pembangunan.
Solusi ini membutuhkan itikad dari pengelola platform dan juga kesadaran lingkungan konsumen.
Konsep Padiatapa yang menjamin hak-hak masyarakat adat dalam pembangunan dan proyek ekstraktif sebenarnya sudah lama diperkenalkan oleh ILO. Tetapi penegakan hak ini tidak berjalan mulus.
Absennya fokus isu kelautan dalam visi-misi seharusnya menjadi evaluasi utama kita yang pertama terhadap pemerintahan Prabowo.
Konflik kepentingan menyulitkan isu mineral kritis masuk dalam kampanye Pilkada. Isu iklim lebih potensial.
Teknologi Vehicle-to-Grid (V2G) bisa menjadi solusi mengoptimalkan pengisian baterai kendaraan listrik untuk mengurangi emisi, meningkatkan penggunaan energi terbarukan, dan menekan biaya.
Banyak rumah adat di Indonesia yang rusak akibat serangan rayap. Asap cair dari limbah organik.bisa menjadi solusi sederhana dan ramah lingkungan untuk mengatasi masalah ini.
Prabowo Subianto berjanji akan melindungi lingkungan hidup. Namun, dari gelagat yang ada, upaya Prabowo penuhi hak lingkungan warga masih meragukan.























