Articles on Polisi
Displaying 21 - 36 of 36 articles
Polisi virtual hadir di tengah kondisi negara hukum Indonesia yang problematik. Alih-alih menciptakan ketertiban, kehadiran mereka justru mengancam kebebasan warga negara.
Polisi virtual seharusnya mengambil peran penting dalam edukasi literasi digital dan tidak menjadi instrumen represi baru.
Keinginan eks perwira militer dan politik untuk masuk ke ranah politik lebih berkaitan dengan obsesi pribadi para calon.
Pelatihan terus-menerus, penguasaan medan, dan dukungan masyarakat lokal menyebabkan kelompok militan bisa bertahan begitu lama di Sulawesi Tengah.
Pelibatan preman dalam penanganan wabah adalah langkah yang berlebihan sekaligus berisiko.
Penempatan sejumlah perwira TNI/Polri aktif dalam perusahaan BUMN melanggar undang-undang dan tidak sesuai semangat reformasi.
Ketentuan hukum soal penggunaan kekerasan oleh kepolisian di Indonesia belum kuat.
Bagaimanakah seharusnya penangkapan dilakukan menurut Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana yang berlaku?
Pelaku kekerasan terhadap petugas medis harus dihukum untuk memenuhi asas keadilan, menjadi pembelajaran dan tidak diulang pada masa depan.
Banyak kasus rasisme yang terjadi terhadap masyarakat Papua, tapi hanya sedikit pembahasannya dalam masyarakat. Ini membuat rasisme lebih melekat.
Kegiatan prostitusi online secara sederhana terdiri atas dua unsur, unsur prostitusi serta unsur transaksional secara daring. Lalu, bagaimana hukum Indonesia mengatur mengenai hal ini?
Menangkap anggota JAD atau melarang organisasinya dinilai tidak efektif dalam menetralisir pengaruh JAD karena titik lemah JAD bukanlah di struktur organisasinya, melainkan ideologinya.
Pendekatan keamanan yang lebih keras bisa kontra-produktif dalam penanganan terorisme dan bahkan melemahkan supremasi sipil.
Analisis dari dua pakar terorisme soal penyulut serangan brutal di penjara keamanan maksimum di Depok, Jawa Barat dan bagaimana mencegahnya di masa depan.
Pertanyaan “apakah nyaman” saat pemerkosaan sering diajukan penyidik pada korban pemerkosaan. Pertanyaan semacam ini menempatkan penyintas pada posisi “dikorbankan berulang-ulang”.
Kami menghubungi beberapa akademisi untuk memberikan analisis mengenai pengepungan terhadap LBH Jakarta, Minggu 17 September 2017.















