Articles on Pilpres 2024
Displaying 21 - 38 of 38 articles
Penelitian saya menemukan setidaknya 60 kasus ujaran kebencian dalam rentang waktu dua bulan yang menargetkan ketiga calon presiden Pemilu 2024.
Cawapres Muhaimin Iskandar mempertanyakan mengapa kita perlu beli alat perang sementara kita kita tidak sedang berperang. Sebaiknya utang digunakan untuk alat pertanian. Benarkah demikian?
Cawapres Mahfud MD menekankan bahwa para ibu bertugas memajukan negara dan bangsa dengan menjadi ibu dan istri yang baik.
Masyarakat Indonesia akan menggunakan hak suaranya pada tanggal 14 Februari untuk memilih pemimpin baru. Berikut adalah tiga kandidat dan pasangannya.
Pilpres 2024 juga bisa mengancam demokrasi Indonesia. Pemilih harus lebih kritis dalam menentukan pilihan.
Secara elektoral, peran cawapres sangat penting dalam mengisi ceruk kelemahan capres serta “memperbaiki” kelemahan identitas capres, tidak sekadar hanya pelengkap.
Memilih Muhaimin Iskandar sebagai pasangan bacawapres Anies Baswedan tampaknya menjadi pilihan rasional. Meskipun kehilangan Demokrat, koalisi ini sekarang mendapatkan PKB.
Kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi memperparah penciptaan dan penyebaran disinformasi dalam Pemilu 2024, namun dapat pula membantu menangkalnya.
Pada Pemilu 2024, fenomena penyebaran disinformasi kemungkinan besar akan terjadi lagi. Seluruh pihak berpotensi terpapar maupun ikut memproduksi disinformasi untuk beragam tujuan.
Riset menemukan dua pandangan berbeda kaum muda terhadap politik.
Ada yang tertarik dengan politik, ada yang tidak tertarik dengan politik (apolitis).
Pemilih muda makin kritis. Mereka menginginkan informasi mengenai rekam jejak, program dan visi misi para kandidat Pemilu 2024. Penyelenggara pemilu harus memfasilitasi ini.
Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari 2024. Ini diyakini akan menjadi pesta demokrasi terbesar di dunia yang akan diselenggarakan selama satu hari.
Politik identitas diprediksi tidak akan laku lagi untuk digunakan sebagai alat menarik suara pemilih pada Pemilu 2024.
Sekali menang, lalu berkali-kali kalah, Partai Demokrat tampak berpotensi menjadi one season wonder dalam panggung politik Indonesia.
Pendomplengan isu identitas agama yang bisa saja dimainkan oleh kelompok oposisi, terutama yang terafiliasi dengan kelompok konservatif agama.
Organisasi nonpemerintah (NGO) perempuan perlu lebih gencar mempersiapkan kandidat potensial bakal caleg perempuan untuk maju dalam Pemilu 2024.
Media sosial menjadi sarana efektif dan efisien bagi para politikus dan partainya mengingat singkatnya masa kampanye.
Rentetan peristiwa politik yang terjadi, tanpa disadari masyarakat, bisa jadi adalah strategi Jokowi untuk memastikan penggantinya akan mengamankan ambisinya untuk melanjutkan proyek IKN.

















