Articles on COP 30
Displaying all articles
Pembahasan mengenai green job masih menjadi sub pembahasan dalam dokumen kebijakan yang masih cenderung makro tanpa turunan kebijakan teknis yang komprehensif.
Kesepakatan memang tercapai, tetapi beberapa elemen penting justru hilang dalam COP 30.
COP 30 seakan mencerminkan bahwa dunia terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berdiplomasi. Padahal, peluang untuk mencegah krisis tak terpulihkan akibat perubahan iklim semakin sempit.
Dokumen Second NDC ini dinilai masih mempertahankan pola lama tanpa terobosan aksi mitigasi yang signifikan untuk mengurangi emisi karbon.
Di COP30, mekanisme implementasi dana loss and damage diharapkan lebih jelas dan adil bagi negara miskin yang paling terdampak krisis iklim.
Mundurnya AS dari Perjanjian Paris tak menyetop upaya global dalam memerangi perubahan iklim. Sebaliknya, jelang COP30 pemimpin-pemimpin baru mulai mengambil peran.
Menjelang COP 30, sejumlah negara belum juga menyerahkan pembaruan aksi iklim nasional atau second NDC kepada UNFCC, ternasuk Indonesia.






