Articles on pelanggaran akademis
Displaying all articles
Riset menunjukkan, lebih dari 70% mahasiswa mengaku telah terlibat dalam berbagai bentuk kecurangan akademis.
Permasalahan integritas akademis di Indonesia membutuhkan solusi dari banyak sisi—sejak dari hulu hingga ke hilir.
Praktik-praktik curang guna mendapatkan jabatan guru besar menunjukkan adanya permasalahan mendasar dalam aturan dan orientasi karier dosen.
Tradisi menanggalkan penyematan gelar dalam pergaulan akademis bukanlah praktik baru, tapi sedang ramai digalakkan sebagai upaya desakralisasi gelar di Indonesia.
Kebijakan publikasi ilmiah yang ada saat ini cenderung menjebak dosen dalam tirani matriks. Apa yang harus dilakukan untuk keluar dari jebakan tersebut?
Di tengah maraknya jurnal predator, bagaimana cara-cara menentukan kualitas jurnal ilmiah?
Apa itu ‘paper mill’ dan bagaimana cara kerjanya?
Salah satu solusi untuk mengatasi pelanggaran akademis adalah dengan mengubah cara pandang dalam melihat kampus sebagai tempat ‘transmisi’ pengetahuan menjadi ‘produksi’ pengetahuan.
Pelanggaran akademis dapat dicegah salah satunya dengan swaasesmen atas perilaku akademis. Bagaimana caranya?
CC BY-SA88.4 MB (download)
Kumba Digdowiseiso, salah satu guru besar termuda di Indonesia, menarik perhatian komunitas akademisi, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Nama Kumba jadi perbincangan karena kasus yang melibatkan…
Guru besar adalah pencapaian jabatan akademik tertinggi yang bisa diraih dosen. Namun, syarat menjadi guru besar tidaklah mudah, sehingga banyak oknum yang kemudian memilih jalan pintas.
Pelanggaran akademis merupakan hasil dari masalah struktural yang kompleks. Solusinya membutuhkan lebih dari sekadar kejujuran individu.
Pelanggaran akademis makin marak. Apa saja yang termasuk dalam praktik ini?












