Articles on Jurnal Ilmiah

Displaying 1 - 20 of 24 articles

SDGs (Sustainable Development Goals) mencakup 17 tujuan utama. Salah satunya adalah pendidikan berkualitas (‘quality education’). Prado/Unsplash

Riset di Indonesia unggul di bidang kesehatan dan teknologi, tapi lemah di isu ketimpangan, gender, dan kota berkelanjutan

Lemahnya topik kemitraan, kota berkelanjutan, kesetaraan gender, dan pengurangan ketimpangan terjadi karena persoalan klasik: minimnya dukungan program, pendanaan, dan kerja sama antar disiplin pengetahuan. Indonesia perlu mendorong lebih banyak penelitian di bidang ini untuk memperkuat basis bukti dalam penyusunan kebijakan.
Tuntutan kebijakan membuat banyak dosen dan peneliti terburu-buru melakukan riset dan menerbitkannya. UnderhilStudio/shutterstock

‘Slow science’ lebih cocok untuk riset bidang sosial humaniora di Indonesia

Dalam konteks riset sosial dan humaniora (soshum), pendekatan ‘slow science’ lebih tepat untuk digunakan karena dapat membantu peneliti memperkuat kedalaman analisis.
Ketika peneliti dan penelaah bekerja keras mengidentifikasi kesalahan, penerbit komersial justru meraup keuntungan dari volume publikasi dan prestise—membiarkan karya ilmiah bermasalah terus beredar, menyesatkan kebijakan, dan memengaruhi pengambilan keputusan lama setelah kekeliruannya diketahui. Ilustrator: Abiyasa Abiguna

Saat kesalahan karya ilmiah dibiarkan: Penerbit tetap untung, publik yang rugi

Sistem penerbitan akademik seringkali membiarkan kesalahan ilmiah tetap ada karena lebih mengutamakan keuntungan dan prestise daripada koreksi yang cepat.
Peningkatan jumlah jurnal predator di dunia akademis menantang para peneliti untuk menentukan publikasi mana yang sah. Marat Musabitov/Getty Images

Bagaimana jurnal ‘predator’ melemahkan penelitian dan kepercayaan masyarakat terhadap akademisi

Dalam beberapa kasus, sulit bagi akademisi untuk mengetahui jurnal mana yang tidak kredibel – sementara di sisi lain, mereka mendapat tekanan untuk segera menerbitkan jurnal.

Top contributors

More