Articles on Diplomasi
Displaying 1 - 20 of 75 articles
Pemotongan pidato Prabowo soal Iran bukan sekadar soal sensor. Penyuntingan itu memunculkan pertanyaan tentang posisi diplomatik Indonesia dan makna bebas aktif.
Indonesia akan meminjamkan sepasang komodo ke Jepang sebagai bagian kerja sama konservasi sekaligus mempererat hubungan diplomasi. Apa risikonya?
Selama 18 bulan, Prabowo melakukan 49 kunjungan ke 28 negara. Apa hasilnya bagi Indonesia?
Prabowo siap damaikan AS - Iran, tapi publik sangsi. Apakah langkah mendadak ini berani atau sekadar pencitraan di tengah ketergantungan ekonomi kita pada negara maju?
Meskipun jumlah perempuan di dunia diplomasi terus meningkat, ideologi ibuisme negara nyatanya terus bertahan melalui berbagai praktik formal dan informal yang ada.
Bergabungnya Indonesia ke Dewan Perdamaian harus terus dikritisi karena bertentangan dengan komitmen Indonesia membela Palestina.
Indonesia perlu meninjau ulang komitmennya terhadap diplomasi yang berlandaskan nilai kemanusiaan. Aspek kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi utama.
Selera Cina terhadap durian telah mengubah buah yang kerap menuai perdebatan tersebut bak komoditas dengan daya tawar politik.
Presidensi Dewan HAM PBB memberi Indonesia panggung untuk membangun reputasi internasional, namun kondisi penegakkan HAM di dalam negeri masih miris.
COP 30 seakan mencerminkan bahwa dunia terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berdiplomasi. Padahal, peluang untuk mencegah krisis tak terpulihkan akibat perubahan iklim semakin sempit.
Dalam politik, Indonesia selalu mendukung kemerdekaan Palestina, tetapi secara ekonomi, Indonesia tak bisa lepas dari hubungan dagang dengan Israel.
Prabowo menunjukkan logika dua kaki kebijakan luar negeri Indonesia. Ke luar tampak buka ruang bagi Israel, ke dalam tetap lantang bela Palestina.
Keputusan Prabowo pergi ke Beijing di tengah maraknya aksi demonstrasi di dalam negeri mencerminkan rasa ‘fear of missing out’ (FOMO) dalam diplomasi.
Diplomasi ala Prabowo berupaya ‘membangun jembatan’ antara blok Utara dan Selatan sudah usang, berisiko membuat Indonesia kehilangan kepercayaan dari kedua kubu.
Pemerkosaan Mei 1998 merupakan tragedi yang dikecam dunia internasional. Penyangkalan terus-menerus oleh pemerintah bisa memperburuk citra Indonesia di mata global.
Konflik Israel - Iran dengan AS, Rusia dan Cina di dalamnya menunjukkan bahwa emosi dan kemarahan bisa jadi alat diplomasi untuk membangun solidaritas.
Prabowo tegaskan bergabung BRICS bukan anti-Barat dan masih menjunjung diplomasi bebas aktif. Tapi kedekatan dengan Rusia, Cina, Iran membawa risiko bagi Indonesia.
Di kancah global, gelombang baru budaya populer Indonesia menampilkan potensi budaya bangsa kepada penonton global, yang terjadi tanpa dukungan negara.
Sebenarnya apa hubungan ‘influencer’ dan pemerintah? Apakah benar ‘influencer’ menawarkan benefit yang besar bagi kesuksesan program pemerintah?
Evakuasi warga Gaza bukan solusi permanen untuk membantu Palestina, justru bisa melemahkan posisi mereka dalam perjuangan atas hak kemerdekaan.



















