Articles on Mei 1998
Displaying all articles
Masyarakat Tionghoa di Indonesia masih diangap asing. Identitas mereka lebih kompleks daripada itu.
Diskriminasi pada masyarakat Tionghoa mengalihkan fokus utama demonstrasi menuntut perubahan DPR.
Terdapat perbedaan narasi sejarah yang dipercaya masyarakat Tionghoa dan non-Tionghoa terkait tragedi pemerkosaan massal Mei 1998. Perbedaan ini memengaruhi pemaknaan sejarah.
Pemberian gelar pahlawan nasional bagi Suharto adalah proses politik. Dengan posisi Prabowo sebagai Presiden, potensi konflik kepentingan sangat terlihat jelas.
Dua puluh enam tahun setelah Reformasi 1998, penelitian mengungkap adanya harmoni antaretnis di berbagai aspek kehidupan komunitas Tionghoa dengan masyarakat lain.
Banyaknya aktivis HAM dan korban Orde Baru di kabinet Prabowo justru menjadi senjata bagi pemerintah untuk agenda pemutarbalikkan fakta yang bertujuan mengubur perlahan isu pelanggaran HAM negara.
Pada 14 Februari, lebih dari 204 juta pemilih di Indonesia menghadapi tantangan untuk memilih capres yang memiliki posisi paling jelas dalam isu-isu HAM.






