Articles on Tionghoa
Displaying all articles
Masyarakat Tionghoa di Indonesia masih diangap asing. Identitas mereka lebih kompleks daripada itu.
Pelestarian objek warisan sejarah dan budaya sering kali menghapus makna sosial lain. Gedung Sjahrir yang sebenarnya merupakan rumah milik keluarga Kwee adalah contohnya.
Solidaritas masyarakat sipil bangkit melawan provokasi berbasis etnis, agar fokus publik tetap pada tujuan utama: memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Diskriminasi pada masyarakat Tionghoa mengalihkan fokus utama demonstrasi menuntut perubahan DPR.
Museum bukanlah ruang netral, melainkan mesin cerita yang memilih siapa yang dikenang, dihapus, dan bagaimana sejarah ditafsirkan. Termasuk dalam merepresentasikan etnis Tionghoa dan minoritas lain.
Warga Lasem aktif mengarsipkan sejarah dan memproduksi pengetahuan alternatif dengan metode yang dapat direplikasi sebagai bentuk perlawanan terhadap hegemoni pusat.





