Articles on Luminate
Displaying 121 - 140 of 154 articles
Jumlah data dan transaksi online membludak. Hal itu dapat meningkatkan kemungkinan serangan siber, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengatur bagan di internet.
Kampanye digital mendukung keberhasilan kampanye keadilan sosial luring. Ia membuat para aktivis rentan terhadap serangan, tetapi ada langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri mereka sendiri.
Menerapkan sebuah aturan berskala global mungkin sulit, tapi masing-masing negara bisa memulai meningkatkan pengawasan dan aturan hukum.
Pandemi membuat orang menghabiskan lebih banyak waktu daring untuk sekolah, bersosialisasi, dan bekerja. Agar penggunaan berdampak positif, kita perlu mengelola waktu dan aktivitas daring kita.
Semakin banyak orang kini menjadi kreator konten. Namun, banyak konten yang diunggah justru kontroversial dan memicu polemik sosial. Konsep “kewarganegaraan digital” dalam berkarya bisa jadi solusi.
Indonesia adalah pasar yang besar untuk marketplace online, yang berarti banyak orang berisiko kecanduan belanja online.
Papua kesulitan menjalani online learning selama COVID-19. Menariknya, krisis in bisa jadi momen yang tepat untuk berinvestasi pada teknologi penndidikan di Papua.
Menjual karya seni berupa NFT bisa menjadi solusi bagi seniman untuk tetap mendapatkan penghasilan di tengah pandemi COVID-19.
Upaya menangkal misinformasi di level individu dan platform perlu dibarengi dengan upaya kebijakan dan kebudayaan.
Universitas dapat menjadi wadah untuk mempersiapkan bibit-bibit unggul dengan memperlihatkan realitas cara kerja para profesional dan masyarakat.
Mereka yang memiliki pengetahuan dan perilaku pencegahan yang lebih baik adalah kaum lansia, para perempuan, dan yang berpendidikan lebih tinggi.
Indonesia membutuhkan hukum tentang kekerasan seksual yang lebih spesifik dan menyeluruh agar menjadi viral tidak menjadi satu-satunya jalan keluar.
Tidak hanya pengembang, namun para pihak yang mendesain teknologi dan platform di mana aplikasi seluler dibuat dan dipasarkan, juga harus diminta pertanggungjawabannya dalam melindungi data pengguna.
Upaya menawarkan narasi alternatif dari Peristiwa 1965 terus berlangsung di dunia digital.
Sebagian besar perkembangan sosial remaja terjadi secara online. Risikonya sudah diketahui, tetapi manfaat nya sering diabaikan.
Banyak negara mengira bahwa algoritma adalah jalan baru menuju sejahtera.
Tombol dengan label yang menipu, pilihan yang susah batalkan, desain web yang menyembuyikan menu tertentu – begitulah contoh “dark pattern” yang dipakai situs web untuk mengelabui para pengguna.
Meski banyak manfaat, pelayanan perawatan virtual belum didukung regulasi dan infrastruktur telekomunikasi yang memadai.
Di satu sisi, teknologi telah membantu publik menyuarakan kritik terhadap pemerintah. Namun, di sisi lain, teknologi juga membantu penguasa membungkam kritik.
Pemerintah perlu mengembangkan semangat lokalitas dalam desain program literasi digital



















