Articles on Konservatisme
Displaying all articles
Agama dan nasionalisme pernah menjadi ideologi yang bertentangan. Kini, keduanya semakin bersahabat, dengan populisme yang sering kali menjadi perekatnya.
Berbeda dengan Pemilu 2019 lalu yang sangat kental dengan sentimen agama, Pemilu kali ini tampaknya tidak ada polarisasi agama yang terlalu tajam. Isu HAM terlihat lebih mendominasi diskusi publik.
Selain figur-figur muda, Partai Move Forward juga menjadi pembeda dengan menunjukkan sikap yang jelas sebagai partai pro demokrasi dan antimiliterisme.
KUPI memiliki peran penting dalam mendorong transformasi sosial yang berkeadilan gender di Indonesia.
Ada kecenderungan dalam advokasi kebijakan yang menghambat kemajuan perempuan dan membatasi kebebasan perempuan dalam memilih.
Aktor-aktor politik membuka diri pada kelompok konservatif untuk mendulang suara dalam pemilihan umum. Kelompok konservatifpun semakin aktif mendorong kepentingan mereka.
Riset menemukan bahwa rumah tangga miskin lebih memprioritaskan pendidikan mahal untuk anak laki-laki, sementara anak perempuan dikirmkan ke madrasah yang murah. Kenapa?
Penelitian yang membahas tentang kehidupan sehari-hari generasi muda Indonesia dan interaksi religius mereka mungkin bisa menjelaskan mengapa mereka menjadi lebih konservatif.
Pakistan, Iran, dan Arab Saudi menghukum penista agama secara keras. Hukum semacam itu memiliki motif politik dan agama: hukum tersebut adalah alat untuk menghancurkan perbedaan pendapat
Gerakan moral populis Indonesia menganggap pembicaraan tentang penghapusan kekerasan seksual terhadap perempuan sama dengan mendukung hak perempuan untuk melakukan hubungan seks di luar nikah.
Memakai pendekatan agresif dalam komunikasi sains berkemungkinan mengurangi kredibilitas ilmuwan di mata orang awam.
Stigma dilekatkan pada kaum sekuler, termasuk ateis, di Indonesia. Pada kenyataannya kebanyakan kaum sekuler adalah kaum beriman. Ateis ada tapi tidak semua anti agama.











