Articles on kebebasan berpendapat
Displaying 21 - 29 of 29 articles
Selama sembilan bulan pandemi, kita telah menyaksikan ancaman serius terhadap kebebasan sipil - ini tidak hanya terhadap privasi, tapi juga kebebasan berpendapat dan kebebasan pers di ranah digital.
Batasan definisi ujaran kebencian di Indonesia terlalu luas. Ada pula asumsi unggahan seseorang di medsos pribadi bisa berdampak sangat besar.
Dengan keterbatasan terhadap informasi yang akurat, media di Papua tidak dapat memproduksi berita dengan kualitas yang terbaik.
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) telah menjadi ikon bagi masyarakat sipil Indonesia dan pembela kepentingan publik yang teguh.
Perilaku polisi dan psikologi kelompok berperan dalam unjuk rasa yang berujung kekerasan.
Narasi antisains yang menekan kalangan akademik akan menjauhkan bangsa Indonesia dari kebijakan berbasis riset dan data untuk peradaban yang lebih baik.
Keputusan pemblokiran internet pada Aksi 22 Mei dan di Papua terbukti tidak memenuhi memiliki dasar legalitas dan legitimasi, serta tidak memenuhi kebutuhan masyarakat.
Jamal Khashoggi bukan wartawan sembarangan. Dia memiliki akses ke anggota kerajaan hingga teroris.
Aktor yang mengancam kebebasan berpendapat bukan hanya aparatur negara tapi juga masyarakat yang main hakim sendiri dan cenderung antitoleransi.








