Articles on kaum muda
Displaying 1 - 20 of 25 articles
Anak-anak dan kaum muda sebenarnya peka terhadap perubahan lingkungan di sekitar mereka. Namun, tidak semua anak dan kaum muda menyebut pengalaman itu sebagai ketidakadilan iklim. Mengapa?
Risiko digital remaja dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi.
Terjadi pergeseran nilai mengenai pernikahan di antara generasi muda. Mereka enggan untuk segera menikah karena ingin mengejar pendidikan dan karier dahulu.
Dinamika bahasa di ruang publik, seperti istilah ‘nyahroni’, menjadi cermin praktik perlawanan rakyat melalui kreativitas linguistik.
Satu dari tiga kaum muda Indonesia mengalami gangguan mental. Apa yang bikin mereka enggan cari bantuan psikologis?
Menjadi lajang sering dipandang sebagai fase sementara, bukan pilihan hidup. Penelitian menunjukkan individu yang memilih melajang tetap bisa bahagia.
Sektor perikanan yang telah menghidupi jutaan nelayan kini menghadapi ancaman serius yaitu menurunnya minat kaum muda untuk terlibat di dalamnya.
Sudah banyak upaya yang beritikad baik untuk melibatkan perempuan muda. Sayangnya, mereka belum sepenuhnya didengarkan, dipahami, dan diberikan ruang aman untuk berbicara.
Di tengah tingginya kebutuhan dan minat akan ruang terbuka hijau, eksistensinya justru semakin tergerus pembangunan kota yang kian masif.
Kenapa pemuda menjadi entitas paradoks, dirayakan tapi juga dicaci? Saat mendiskusikan pemuda, sebetulnya siapa yang sedang kita bicarakan?
Tantangan untuk mengembangkan karier di era transisi yang cepat dan tidak dapat diprediksi menuntut zilenial untuk beradaptasi.
Aksi kaum muda berciri rizomatik-tumbuh menjalar dan sulit dikontrol, tapi bersifat spontan dan jangka pendek.
Banyak kaum muda percaya pseudosains karena mampu memberikan validasi terhadap apa yang mereka rasakan dan membantu mereka memahami diri sendiri.
Dengan situasi demokrasi Indonesia yang sedang “dipermainkan” penguasa, gagasan “politik kegeraman” dari kaum muda menjadi relevan, mencerminkan rasa frustrasi dan kemarahan terhadap kondisi negara.
Jangan sampai kita memilih kaum muda yang hanya mendompleng status dari dinasti politik atau yang hanya akan membentuk oligarki.
Krisis biaya hidup menempati urutan teratas dalam peringkat risiko global. Salah satu solusi untuk menghadapinya adalah melalui peningkatan ‘keterampilan hijau’ (green skills).
Riset menemukan dua pandangan berbeda kaum muda terhadap politik.
Ada yang tertarik dengan politik, ada yang tidak tertarik dengan politik (apolitis).
Pemilih muda makin kritis. Mereka menginginkan informasi mengenai rekam jejak, program dan visi misi para kandidat Pemilu 2024. Penyelenggara pemilu harus memfasilitasi ini.
Dangdut koplo khas Denny Caknan menarik perhatian pendengar karena mengandung banyak unsur budaya kontemporer dan budaya digital. Bagaimana ini memantik minat kaum muda terhadap bahasa Jawa?
Bagaimana Gen Z bisa menjadi agen perubahan yang efektif untuk reformasi ekonomi dalam suatu sistem yang tidak mereka percayai?



















