Articles on Politik luar negeri
Displaying all articles
Selama 18 bulan, Prabowo melakukan 49 kunjungan ke 28 negara. Apa hasilnya bagi Indonesia?
Prabowo siap damaikan AS - Iran, tapi publik sangsi. Apakah langkah mendadak ini berani atau sekadar pencitraan di tengah ketergantungan ekonomi kita pada negara maju?
Keputusan Prabowo pergi ke Beijing di tengah maraknya aksi demonstrasi di dalam negeri mencerminkan rasa ‘fear of missing out’ (FOMO) dalam diplomasi.
Ironi politik Prabowo: Krisis dan kekerasan yang terjadi di dalam negeri kontras dengan upaya membangun citra stabil di panggung internasional.
Prabowo tegaskan bergabung BRICS bukan anti-Barat dan masih menjunjung diplomasi bebas aktif. Tapi kedekatan dengan Rusia, Cina, Iran membawa risiko bagi Indonesia.
CC BY80.1 MB (download)
BRICS, forum kerja sama ekonomi yang awalnya digagas oleh Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, terus memperkuat pengaruhnya sebagai aliansi negara-negara Global South. Dipimpin oleh kekuatan…
Meski sudah mengalami perlambatan dari economy-boom-nya, Cina diprediksi tetap menjadi salah satu aktor utama geo-ekonomi dunia yang jadi salah satu opsi terbaik mitra Indonesia.
Prabowo Subianto menunjuk Sugiono, orang kepercayaannya, sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia. Apakah latar belakang nondiplomat Sugiono akan memberikan arah baru politik luar negeri Indonesia?
Indonesia kini dalam posisi yang kompleks, memaksa pemimpinnya untuk mencari keseimbangan antara menjaga kedaulatan nasional sembari memperluas hubungan ekonomi.
CC BY77.1 MB (download)
Universitas Islam Indonesia (UII) mendukung The Conversation Indonesia (TCID) dalam penerbitan siniar ini. Persaingan antara kekuatan-kekuatan besar dunia, terutama antara Amerika Serikat (AS) dan Cina…
Imbas memburuknya hubungan dengan Barat, Rusia mengalihkan fokusnya pada Asia, khususnya Cina.
Dalam hal peran diplomasi, negara-negara di Asia masih memiliki kesenjangan gender yang relatif tinggi dan belum mencapai paritas gender.
Dengan batalnya status sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, Indonesia kehilangan segudang peluang emas diplomasi internasional yang menyertai ajang bergengsi tersebut.
Saat ini, kepentingan Indonesia seharusnya adalah menghentikan agresi dan perang yang dilakukan Rusia.
Partai politik Indonesia ternyata telah menjalin kerja sama dengan partai penguasa China, Partai Komunis China, selama beberapa waktu.
Lewat pernyataannya, saya melihat Jokowi sedang memperbaiki citra di dalam negeri, sekaligus menaikkan posisi tawar dalam negosiasi dagang dengan Prancis.
Masih banyak dimensi dari hubungan bilateral Indonesia-Cina yang masih belum terungkap hingga saat ini
Pernyataan President Indonesia Joko “Jokowi” Widodo tentang bergabungnya Australia ke ASEAN mengundang banyak tafsir. Ini telaah diplomasi Jawa ala Jokowi
Pemerintah Indonesia seharusnya dapat belajar dari Inggris dan Swedia dalam merumuskan agenda diplomasi digital.


















