Ekonomi – Artikel, Analisis, Komentar
Menampilkan 1 - 25 dari 389 artikel
Pesisir utara Jawa termasuk wilayah Batang sedang mengalami laju degradasi daerah resapan air yang cukup tinggi. Namun, pusat AI berkebutuhan air tinggi justru akan dibangun di sana.
Pelarangan total cenderung sulit ditegakkan, sementara pembiaran yang berpotensi memakan korban baru tak boleh dibenarkan
Warga Sagea tak perlu berlelah-lelah turun ke jalan apabila pemerintah bisa berpikir lebih keras untuk menggenjot ekonomi berbasis pertanian dan perikanan warga yang potensinya senilai Rp75,9 triliun.
Ambisi 100 GW PLTS Prabowo menghadapi tembok besar ‘fossil lock-in’. Keterikatan kontrak PLTU dan ‘subsidi tersembunyi’ batu bara menyulitkan keberhasilan transisi energi terbarukan.
Pilihan Indonesia untuk mengkategorisasikan ojol sebagai pengusaha UMKM berisiko berjalan mundur dari tren baik yang ada di tingkat global.
Perusahaan atau ‘brand’ jangan pernah munafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ‘greenwashing’ justru dapat menurunkan loyalitas konsumen yang sudah puas.
Mengacu pada data historis 1961–2025, laju pertumbuhan PDB Nasional melambat rata-rata 1,48% pada 13 dari 20 tahun kejadian El Niño sejak 1961.
Indonesia menghasilkan volume data konsumen yang sangat besar dan rawan disalahgunakan oleh negara lain.
Sehebat apapun sosok seorang menteri keuangan, yang bertugas tetap harus mengikuti arahan dan kebijakan presiden sebagai orang nomor satu negara. Riset membuktikan, pergantian nakhoda fiskal harus dibarengi perbaikan kebijakan.
Indonesia sudah memiliki sejumlah instrumen pajak hijau, tetapi penerapannya masih belum optimal.
Without clear standards, it will be difficult for users to distinguish between serious environmental commitments and superficial green promotion.
Pertanyaannya saat ini adalah benarkah akar persoalannya terletak pada kemampuan individu mengatur waktu, atau justru pada cara organisasi merancang pekerjaan?
Tidak heran jika kebijakan pengentasan kemiskinan seperti bansos akan terus amburadul.
Hukum kadang buta karena konflik kepentingan yang menyisakan masyarakat sebagai korban dengan kerusakan ekologi, psikologis dan kesehatan menahun.
Di tengah tekanan fiskal, pemerintah justru memperluas peran militer dalam urusan sipil, membuka persoalan baru tentang anggaran, kekuasaan, dan supremasi sipil.
Humor hanyalah lapisan terluarnya. Faktor sebenarnya yang mendorong orang untuk membagikan sebuah konten adalah emosi yang ditimbulkannya.
Para perempuan pembatik harus melewati proses panjang pembuatan batik mulai dari menjemur, memilah bahan, hingga risiko gagal warna yang luput dari sorotan.
Ketika kepercayaan publik hilang, biaya yang harus dibayar masyarakat dan pemerintah bisa jauh lebih mahal dari sekadar biaya sebuah perjalanan dari Pati ke Jakarta.
Memangkas potongan aplikator cuma solusi instan dari sekian banyak pekerjaan rumah menciptakan keadilan bagi 7 juta driver ojek online dan puluhan juta pekerja informal lainnya.
Situs wisata yang berkelanjutan dalam persaingan pariwisata masa depan adalah yang memahami kebutuhan psikologis wisatawannya
Bagi rumah tangga termiskin di Asia, pinjaman kecil sekalipun dapat menjerumuskan mereka ke dalam jeratan utang yang mahal.
CC BY41 MB (download)
Pariwisata Indonesia masih menyimpan banyak catatan yang harus dibenahi. Bayangkan, saat liburan yang sudah direncanakan dari jauh hari, namun ternyata tempat wisata tidak bisa dinikmati karena tidak adanya…
Label ‘chemical-free’ itu mustahil secara sains. Kemofobia lahir dari bias otak yang mengagungkan bahan alami, padahal dosis yang menentukan bahaya. Sains butuh narasi menarik untuk lawan sensasi.
Mengapa pemerintah memilih membangun puluhan ribu koperasi baru ketika pekerjaan rumah pada koperasi yang sudah ada belum selesai?
Momen HUT Kemerdekaan ke-81 ini seharusnya mengingatkan negara untuk mengevaluasi kebijakan yang kebablasan mengintervensi pasar, seperti koperasi desa merah putih, MBG, hingga Danantara.
























