Articles on Terorisme
Displaying 21 - 40 of 50 articles
Setelah serangan 9/11, tindakan keamanan global fokus pada aksi terorisme. Tapi dengan adanya COVID-19, aksi serupa dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit.
Pelaku kunci di balik keberhasilan banyak program deradikalisasi adalah organisasi masyarakat sipil atau [organisasi masyarakat non-profit]
Perlu adanya kebijakan yang lebih kuat untuk mengawasi aliran keuangan para simpatisan ISIS untuk melemahkan kemampuan mereka menghimpun dana dalam melakukan tindakan ekstrimis di masa datang
Di luar pertimbangan kemanusian, ada risiko lain yang dihadapi bila keluarga bekas anggota ISIS – khususnya anak-anak – tidak dipulangkan.
Usaha menangkal radikalisme memerlukan penanganan dari sisi psikologis dan bukan ideologis.
Kekuatan ISIS, baik di Irak dan Suriah, dan di seluruh dunia, tidak akan berhenti hanya karena dua pemimpinnya tewas.
Proses radikalisasi adalah suatu sistem kompleks yang tidak dapat hanya direduksi sebagai sesuatu yang hanya ada pada otak, perilaku, dan lingkungan. Ia berada pada irisan ketiganya.
Jaringan terorisme menggunakan cara legal dan ilegal untuk mendanai kegiatan mereka. Nampaknya, penggunaan bisnis legal mereka sedang meningkat.
Penggunaan senjata biologi sebagai bioterorisme tidak mudah diungkap apakah ini sebuah serangan teror yang direncanakan atau wabah penyakit. Belum ada undang-undang untuk mencegah bioterorisme.
Tapi apa yang menyebabkan ideologi ISIS menarik anak-anak muda bahkan dari kelompok kelas menengah atas dengan status ekonomi mapan seperti yang terjadi di Sri Lanka?
Sebaiknya Indonesia menerima kembali para anggota ISIS yang merupakan WNI.
Serangan di Sri Lanka baru-baru ini tampaknya memiliki lebih banyak kemiripan dengan Al-Qaeda daripada kekerasan etnis-agama di masa lalu yang menginginkan perubahan politik tertentu.
Mengingat damainya kehidupan Muslim Selandia Baru, tidak mengejutkan jika keluarga korban tetap murah hati dan pemimpin Muslim bereaksi tanpa amarah terhadap tragedi tersebut.
Dalam dunia kita yang semakin terhubung, penting untuk mengambil langkah memerangi ketakutan agar tidak ada terjadinya tragedi serupa di masa depan.
Penelitian terkini di 59 lembaga pemasyarakatan menunjukkan pendekatan ekonomi tidak efektif dalam meredam ideologi radikal narapidana teroris.
Cara yang diterapkan oleh pemerintah Filipina juga bisa diterapkan di Indonesia yang masih menghadapi tantangan terorisme dan radikalisme.
Universitas tidak pernah menjadi arena netral yang bisa diisolir dari proses politik.
Gempuran dahsyat dari AS belum dapat menghancurkan kelompok teroris tersebut. Apa rahasia Al-Qaeda?
Menangkap anggota JAD atau melarang organisasinya dinilai tidak efektif dalam menetralisir pengaruh JAD karena titik lemah JAD bukanlah di struktur organisasinya, melainkan ideologinya.
Dengan perkembangan ISIS sekarang yang telah mencapai ke seluruh dunia, kini waktu yang ideal untuk memfasilitasi hubungan kerja sama antara Detasemen 88 dan uni anti-terorisme Australia.



















