Articles on #SemburatWarnaAdat
Displaying all articles
Modernisasi, kebijakan negara, dan dominasi agama mayoritas membuat kepercayaan Aluk Todolo, warisan leluhur penjaga alam, hilang perlahan.
Wariga memandu Bayan berabad-abad, tapi Indonesia abaikan sistem adaptasi iklim ini. Negara lain sudah integrasikan pengetahuan indigenous serupa
Sejarah bunyi tidak terikat tempat. Ia bisa jadi adalah hasil dari pertemuan yang berevolusi atau kreativitas komunitas lokal. Lonceng perunggu di Katingan, Kalimantan Tengah adalah buktinya.
Sistem hukum di Aceh tumbuh dari keberagaman sumber nilai. Aceh dapat menjadi contoh untuk menemukan titik seimbang antara hukum nasional, syariat, dan adat lokal.
Beberapa elemen Pranata Mangsa tidak dapat diukur secara ilmiah, khususnya yang terkait ritual dan kepercayaan masyarakat
Riset menunjukkan bahwa komunitas adat menjadi benteng pertahanan ekologis – justru ketika sekolah formal sering kali gagal menautkan teori dengan realitas.
Sejarah menunjukkan bahwa pecalang memiliki posisi yang begitu lentur, sehingga sering dimanfaatkan oleh berbagai pihak dengan beragam kepentingan.
Perempuan Bali membawa Śakti, energi feminin yang dipercaya memberi kehidupan. Namun, aspek pariwisata tetap menonjolkan eksotisasi tubuh perempuan.
Sebelum ada MSG, orang Dayak Kalimantan Tengah pakai penyedap rasa alami berbahan daun sungkai dan teken parei. Mengapa keduanya kini jarang digunakan?
CC BY65.5 MB (download)
Di banyak tempat di Indonesia, mitos bukan sekadar dongeng pengantar tidur atau kisah seram penuh mistis. Ia lahir dari upaya masyarakat untuk memahami dunia di sekitarnya, mulai dari bagaimana membaca…
Pernikahan beda suku menghasilkan strategi menjalin hubungan antaretnis yang harmonis.
Keberlanjutan praktik adat sasi bergantung pada relevansinya bagi masyarakat, bukan sekadar romantisasi tradisi.










