Articles on Sains
Displaying 1 - 20 of 71 articles
Hasil PISA 2025 dapat digunakan untuk memotret kondisi pendidikan sebelum dan setelah penerapan berbagai reformasi pendidikan sejak 2000. Mengapa?
Sains bekerja melalui proses revisi. Sebagai konsumen kita harus belajar mengevaluasi kematangan bukti dan selalu fleksibel terhadap temuan-temuan baru.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pornografi berlebihan belum masuk kategori kecanduan.
Jika dilakukan dengan koordinasi tubuh dan pikiran yang selaras, gerakan salat berpotensi dalam mendukung kesehatan fisik dan mental.
Di tengah fenomena matinya kepakaran, TCID Author Awards 2025 kembali digelar pada 6 Februari 2026 dengan tema pentingnya “Mengembalikan Sains ke Publik”.
Di desa-desa terpencil di Borneo, penduduk setempat mendapatkan penghasilan dengan merekam satwa liar — mengubah paradigma konservasi.
Setiap otak manusia masih menyimpan naluri primitif yang kita warisi dari nenek moyang monyet. Apakah bagian dari otak kamu yang bertanggung jawab saat kamu memberikan suara kamu?
Apakah ada rumusnya?
Bintang jatuh bukanlah bintang. Bintang jatuh adalah petualang ruang angkasa yang secara tidak sengaja mengembara di langit dan tersedot ke arah kita oleh gravitasi Bumi.
Rilis terbaru hasil PISA 2022 awal Desember lalu membuat banyak pihak bergembira karena adanya kenaikan peringkat. Namun benarkah pendidikan di Indonesia sudah benar-benar terbebas dari masalah?
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah memangkas laju deforestasi. Itulah mengapa aksi pengekangan terbaru terhadap para peneliti di negeri ini sangat mengejutkan.
Rata-rata orang akan menghabiskan 90.000 jam seumur hidupnya di tempat kerja, jadi kamu sebaiknya mencoba untuk menikmatinya.
Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa otak lebah ternyata lebih rumit dari yang kita kira
Di gelaran G20 2022, kesiapan pandemi dan ketahanan iklim global menjadi prioritas utama para ilmuwan dunia. Berikut 4 rekomendasi kami untuk Indonesia dan negara-negara dunia.
Dekolonisasi sains bukanlah menolak metode ilmiah, melainkan mengajak kita mempertanyakan sifat kolonialis yang terbawa dalam penyebaran sains dari negara Barat.
Para ilmuwan tidak selalu benar, dan bukti baru selalu bisa muncul untuk menyangkal sebuah teori. Namun, filsafat membantu menjelaskan alasan bagi kita untuk mempercayai sains.
Kaki semut memiliki berbagai alat – mulai dari bantalan lengket yang dapat ditarik sampai cakar hingga duri dan bulu khusus – memungkinkan melawan gravitasi dan mencengkeram hampir semua permukaan.
Keyakinan individu terhadap sains sebaiknya harus tetap dilandasi dengan kemampuan memahami sains yang mumpuni agar mereka mendapat pengetahuan yang lebih baik dalam memahami kondisi sekitar.
Wacana kualitas sains ini menonjol sejak diskusi publik ramai membahas tentang topik yang mempunyai dampak sosial yang tinggi seperti perubahan iklim, keraguan vaksinasi atau pandemi COVID-19.
Seorang fisikawan menjelaskan bagaimana atom menyusun dirinya menjadi molekul – dan bagaimana para ilmuwan dapat menggambarkan potongan-potongan kecil materi yang membentuk segala sesuatu di sekitarmu


















