Articles on Polusi Udara
Displaying 21 - 35 of 35 articles
Pandemi berimbas baik dan buruk bagi lingkungan hidup, untuk Indonesia dan global.
DKI Jakarta memenangkan penghargaan “Transportasi Berkelanjutan”, tetapi ini belum cukup untuk menurunkan kadar polusi udara di ibukota.
Kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 15-20% dengan memperbaiki cara berkendara. Ini sekaligus bisa turunkan emisi dan menghemat pengeluaran.
Informasi terkait emisi dari sumber tidak bergerak seperti PLTU, seharusnya bisa tersedia dengan mudah bagi masyarakat.
Meski langit bersih selama pandemi akibat berkurangnya aktivitas manusia, emisi kita masih meningkat.
Turunnya polutan udara karena pembatasan aktivitas manusia membuat Bumi bernapas lagi.
Pencemaran udara akibat aktivitas manusia, seperti yang terjadi saat ini di kota-kota besar di seluruh dunia, termasuk Mexico City, Jakarta, New Delhi, Beijing, Los Angeles, Paris dan London, sudah melampaui…
Berdasarkan standar internasional, suhu rata-rata di Australia sudah dinyatakan tinggi, tetapi apa yang terjadi ketika suhu terus naik? Seberapa panas yang bisa ditahan oleh tubuh kita?
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menegaskan bahwa kualitas udara masih “sedang tanpa dampak kesehatan”. Namun, data lain menyatakan sebaliknya.
Masker muka dari kain murah yang dikenakan oleh banyak orang di negara-negara berkembang yang sangat tercemar, ternyata hanya menawarkan perlindungan parsial.
Ilmuwan sedang mencari cara untuk menghasilkan sesuatu yang berguna dari polusi di lingkungan kita.
Menyaring udara menghabiskan banyak daya dan menumpuk zat kimia berbahaya di pembuangan akhir.
Penelitian baru dari Cina menunjukkan bukti bahwa terdapat hubungan langsung antara polusi udara dan tingkat kebahagiaan seseorang.
Ada banyak hal lain yang menyebabkan polusi udara. Mobil, contohnya, yang membawa dampak polusi lebih besar.
Zat polutan bisa meningkatkan tingkat stress, yang akan mempengaruhi penilaian manusia dan membuat mereka melakukan tindak kejehatan.














