Articles on BRICS
Displaying all articles
Prabowo tegaskan bergabung BRICS bukan anti-Barat dan masih menjunjung diplomasi bebas aktif. Tapi kedekatan dengan Rusia, Cina, Iran membawa risiko bagi Indonesia.
Kebijakan proteksionisme Trump akan berdampak luas bagi perdagangan global, termasuk bagi BRICS. Indonesia perlu antisipasi untuk mengurangi ketergantungan pada AS.
CC BY80.1 MB (download)
BRICS, forum kerja sama ekonomi yang awalnya digagas oleh Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan, terus memperkuat pengaruhnya sebagai aliansi negara-negara Global South. Dipimpin oleh kekuatan…
Tidak bergabung BRICS adalah keputusan yang paling tepat, bijak dan masuk akal bagi Indonesia. Indonesia tidak boleh mempertaruhkan hubungan diplomasi baiknya dengan pihak manapun.
Partisipasi Presiden Jokowi Widodo dalam KTT BRICS menunjukkan signifikansi daya tawar Indonesia dalam menjalin hubungan dengan negara-negara yang menjadi mesin pertumbuhan global.
Kesesuaian ideologi dan sistem politik, kapabilitas ekonomi, serta dampak terhadap hubungan Indonesia dengan Barat harus dipertimbangkan secara matang jika ingin bergabung dengan BRICS.
Ini pertama kalinya Rusia, Cina dan negara-negara Barat bertemu tatap muka sejak perangh Ukraina dimulai. Pertemuan tersebut tidak berjalan dengan baik.






