Articles on perdagangan karbon
Displaying all articles
Dengan masuk ke pasar karbon global, Indonesia berpotensi terjebak menjadi penyedia jasa lingkungan murah untuk menghapus dosa-dosa iklim negara maju.
Indonesia berpeluang untuk terus mengembangkan pasar karbonnya. Namun, perdagangan karbon tidak boleh menjadi alasan untuk mengkompensasi penggunaan bahan bakar fosil terus menerus.
Habitat ‘karbon biru’ memang menyimpan banyak karbon, tapi tidak cukup andal untuk menebus emisi yang kita hasilkan.
Kita perlu segera mereformasi cara mengukur dan menjual konservasi hutan sebagai cara untuk mengimbangi emisi.
Perdagangan karbon bisa mendatangkan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan bagi Indonesia.
KLHK mulai perkenalkan alternatif usaha hasil hutan, meliputi pasar karbon hingga ekowisata, dan tidak semata di hasil kayu.
Indonesia luncurkan instrumen ekonomi untuk perlindungan lingkungan, LH Fund, untuk mempermudah investasi hijau sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca.
Rencana baru California untuk memerangi perubahan iklim global merupakan rencana yang inovatif. Tapi menimbulkan pertanyaan etis yang rumit tanpa jawaban yang mudah.
Presiden Joko “Jokowi” Widodo kembali menegaskan arah pemerintahan berbasis investasi pada term kedua. Hal ini bukan tanpa tantangan, terutama bagi lingkungan hidup,








