Articles on musik
Displaying 1 - 20 of 57 articles
Pembacaan ‘satanik’ sering kali tidak berasal dari isi lagu, melainkan dari cara sebagian khalayak menafsirkan judul, simbol, dan atmosfer visual video musiknya.
Selain yang bisa didata oleh angka, Karhutla juga menghancurkan hal-hal yang tidak terlihat. Semisal, ruang tempat budaya dibentuk, dirawat dan diwariskan.
Lagu pop Swedia ini diluncurkan ketika ABBA tengah berupaya merambah pasar Amerika Serikat (AS). Siapa sangka, lagu tersebut kemudian menjelma menjadi hit yang mendunia.
Festival musik kini menjadi ruang keberagamaan anak muda, memperlihatkan ibadah yang menyatu dengan budaya pop sekaligus kepentingan komersial.
BTS berharap agar “musik bisa didengar dan dicintai apa adanya, bukan dibagi-bagi berdasarkan wilayah atau bahasa.”
Ketika Spice Girls menggebrak belantika musik pada 1996 lewat singel debut ‘Wannabe’, mereka turut merombak arah diskursus seputar gender, seksualitas, kekuasaan, dan budaya pop.
Bagaimana jika jalur musik elektronik Indonesia justru lahir dan tumbuh besar dari keyboard arranger, speaker rakitan, dan ekologi sosial kampung?
Dari The Doors, Kraftwerk, hingga Justin Bieber: para musisi memiliki sejarah panjang dalam mengeksplorasi makna di balik pertunjukan ‘langsung’.
Perempuan masih harus berjuang keras untuk mendapatkan pengakuan sebagai seniman, produser, penata suara, dan teknisi rekaman.
Sejak lama, lonceng kereta salju berfungsi sebagai penanda yang efektif bagi para komposer untuk memberi tahu pendengar bahwa sebuah karya termasuk dalam repertoar Natal.
Pembatalan konser Dewa 19 di Aceh bukan sekadar keputusan moral tapi juga indikator bahwa regulasi budaya Aceh belum siap menghadapi perubahan zaman.
Dulu MTV fenomenal dengan jargon video menggantikan radio. Kini MTV harus menerima bahwa ‘streaming’ menggantikan video.
Dari pada kecele akan royalti lagu, pemilik usaha perlu mempertimbangkan strategi sonic branding untuk meningkatkan brandingnya.
Pengakuan negara terhadap ‘sound horeg’ dapat dibaca sebagai bentuk kontrol simbolik: suara rakyat yang terlalu nyaring kini diatur, dibatasi, bahkan dibungkam.
Di kancah global, gelombang baru budaya populer Indonesia menampilkan potensi budaya bangsa kepada penonton global, yang terjadi tanpa dukungan negara.
Gandang Ahung bukan hanya warisan budaya, tapi juga cara suku Dayak Katingan Awa memahami hidup, kematian, dan hubungan dengan alam. Mengapa demikian?
Kasus band Sukatani memunculkan pertanyaan, apakah punk akan tetap menjadi gerakan kritis terhadap ketidakadilan sosial? Atau justru adaptif dengan tekanan eksternal?
Lagu tak lagi sekadar wadah ekspresi individual tapi simbol dan identitas bersama kelompok tertindas.
Ada banyak manfaat bila kita memainkan atau mendengarkan genre musik ini.
Tindakan meredam kritik oleh negara justru berpotensi menjadi katalisator bagi resistensi yang lebih besar.


















