Articles on Migrasi Manusia
Displaying all articles
Usia lukisan cadas di Pulau Wetar, Maluku, menjadi salah satu lokasi paling awal di luar Taiwan yang mendokumentasikan migrasi penutur Austronesia.
Temuan arkeologi terbaru menunjukkan bahwa manusia telah menghuni sebagian besar pulau di sisi selatan Wallacea sejak sekurang-kurangnya 40.000 tahun yang lalu.
Jutaan warga diprediksi bakal bermigrasi karena terdampak perubahan iklim. Sayangnya, belum ada kebijakan khusus dari pemerintah yang mengatur fenomena migrasi iklim.
Bumi telah memiliki setidaknya lima zaman es utama, dan manusia muncul tepat waktu untuk yang terbaru. Faktanya, kita masih di dalamnya.
Kisah penemuan ‘hobbit’ di Indonesia yang merubah wawasan tentang jejak evolusi manusia
Padad episode ini, kami berbicara dengan Thomas Sutikna, arkeolog di University of Wollongong, Australia yang juga merupakan salah satu anggota tim legendaris yang menemukan Homo floresiensis.
Laporan terbaru terkait data kesehatan di dunia yang memanas. Setidaknya 296.000 kematian terkait panas terjadi pada usia di atas 65 tahun pada tahun 2018.
Temuan arkeologis di gua di hutan kepulauan Maluku menunjukkan manusia tiba di sana 18.000 tahun lalu dan memutuskan untuk tinggal di sana sambil berburu dan membuat kano.
Sekarang sebuah studi menunjukkan bahwa manusia purba yang tinggal di Afrika mungkin juga telah mengalami kawin silang dengan para hominin purba yang masih berkerabat dengan Homo Sapiens.
Tantangan bagi keluarga imigran untuk melestarikan bahasa asli yang digunakan dalam sehari-hari.
Riset ini menggabungkan data dan hipotesa dari riset linguistik, arkeologis, dan genetik tentang masyarakat Komoros dan Madagaskar.
Genetika manusia Indonesia adalah percampuran dari berbagai kelompok manusia. Penelitian kami menunjukkan adanya pembauran.










