Articles on Wallacea
Displaying all articles
Menilai hubungan kekerabatan antarspesies membutuhkan upaya tambahan. Namun, riset kami terhadap 422 spesies burung di 1.410 titik mengungkapkan bahwa informasi itu amat berharga karena memberikan gambaran lebih mendalam: seberapa banyak sejarah evolusi yang sebenarnya sedang kita lindungi.
Ini adalah bukti pertama bahwa manusia purba melakukan penyeberangan laut yang tangguh dari daratan utama ke Sulawesi setidaknya 1 juta tahun yang lalu.
Warisan Wallace jauh melampaui evolusi. Dia adalah salah satu ‘environmentalist’ global paling awal di dunia.
Keong darat adalah spesies yang rentan punah. Sayangnya, ia seolah terabaikan dalam perbincangan publik seputar pelestarian kehidupan liar.
Temuan arkeologi terbaru menunjukkan bahwa manusia telah menghuni sebagian besar pulau di sisi selatan Wallacea sejak sekurang-kurangnya 40.000 tahun yang lalu.
Proyek ekskavasi gua Makpan di pantai barat daya Alor pada pertengahan 2016 berhasil menemukan bukti baru bahwa manusia menetap di pulau Alor, Nusa Tenggara Timur, sekitar 43 ribu tahun yang lalu.
Kampus-kampus dari kawasan Wallacea siap bekerja sama dengan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kualitas riset di kawasan ini.
Tanpa upaya perlindungan serius, hutan-hutan di Wallacea dapat berubah menjadi gurun-gurun. Warna-warni terumbu karang dapat berbalik menjadi kuburan bawah laut yang tak lagi dihuni makhluk perairan.
Lukisan babi berusia setidaknya 45.500 tahun di sebuah dinding gua di Sulawesi Selatan mungkin karya seni batu paling tua yang pernah ditemukan.
Kisah penemuan ‘hobbit’ di Indonesia yang merubah wawasan tentang jejak evolusi manusia
Padad episode ini, kami berbicara dengan Thomas Sutikna, arkeolog di University of Wollongong, Australia yang juga merupakan salah satu anggota tim legendaris yang menemukan Homo floresiensis.
Pada masa transisi dari zaman Pleistosen menuju zaman Holosen, suhu permukaan bumi mengalami perubahan besar. Hal ini memaksa manusia prasejarah di Indonesia untuk mengubah pola perburuan mereka.
Sebuah lebah berukuran ibu jari manusia yang pertama kali dideskripsikan di era Victoria, yang terakhir ditemukan pada 1981. Lebah raksasa Wallace hampir punah.
Lebih dari seribu penduduk lokal telah membantu Alfred Russel Wallace selama delapan tahun perjalanannya mengumpulkan spesimen hewan di kepulauan Melayu.
Sekelompok manusia membantai seekor badak di daerah terpencil di Filipina 700.000 tahun lalu, tapi siapa mereka dan bagaimana mereka bisa ada di sana?
Temuan Wallace di Hindia Belanda menjadi dasar teori evolusi
Hanya di Sulawesi terjadi hibridisasi binatang. Keanekaragaman hayati di Indonesia bagian tengah mengukuhkan bahwa bumi nusantara adalah laboratorium hidup terbaik untuk mempelajari evolusi di dunia.
Ornamen dari tulang dan gigi yang ditemukan di gua di Sulawesi memperkaya pengetahuan kita mengenai budaya dan tradisi manusia-manusia yang paling awal mendiami wilayah Asia Tenggara.
Hasil Wallace selama ekspedisi dan karya tulis ilmiahnya yang dihasilkannya mungkin akan sangat miskin bila tanpa bantuan dari Ali, asisten dari Melayu.
Wallacea, di Indonesia bagian tengah, adalah area yang penuh keajaiban, sebuah laboratorium hidup untuk mempelajari evolusi.














