Articles on intoleransi
Displaying all articles
Berulangnya kasus intoleransi membawa pertanyaan: apa yang sebenarnya membuat praktik-praktik intoleran menjadi begitu persisten di tengah rezim otokratik?
Lebih baik sedikit berkampanye tentang keberagaman ketimbang melakukannya setengah-setengah.
Kami ngobrol dengan Sari Oktafiana, peneliti politik pendidikan di KU Leuven, Belgia tentang bagaimana kehadiran perda bernuansa agama mendorong munculnya berbagai peraturan diskriminatif di sekolah.
Studi kami menunjukkan bahwa generasi muda sangat mendukung toleransi beragama baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam aktivitas media sosial.
Riset saya di Aceh menunjukkan trauma yang dialami amak ketika kecil bertahan hingga dewasa.
Menurut mereka, ketiga masalah ini masih menjadi persoalan serius dalam 10-20 mendatang.
Setelah 75 tahun, Masyarakat Adat di Indonesia masih memperjuangkan kesetaraan eksistensi mereka di Republik Indonesia.
Analisis Mietzner dan Muhtadi yang menghubungkan data intoleransi pengikut NU dengan perilaku elite tidak sepenuhnya benar. Data yang disajikan juga belum kuat untuk kepentingan advokasi toleransi.
HAM di 2019 terlihat suram, namun ada beberapa perkembangan baik dan menjadi harapan ke depannya.
Jika kita menyetujui larangan cadar, bukankah sama saja kita menyetujui adanya larangan terhadap jenis pakaian perempuan lainnya?
Polemik ini mencerminkan menguatnya penggunaan agama secara berlebihan di ruang publik dan mengerasnya politik identitas.
Walau komunitas Koroway di Papua terisolir, mereka tidak lantas rasis terhadap orang luar. Mengapa kita tidak bisa belajar dari mereka?
Memahami isu intoleransi melalui angka-angka memang penting. Tapi mengetahui penyebab mengapa orang menjadi tidak toleran jauh lebih penting.
Perlu menafsir ulang nasionalisme
Kecenderungan intoleransi ini merata di hampir setiap tingkatan pendidikan masyarakat.













