Articles on Gender
Displaying 61 - 80 of 101 articles
Gerakan emansipasi perempuan melalui pendidikan sudah dimulai sejak 120 tahun lalu. Telah banyak kemajuan yang dicapai, namun masih ada tantangan tersisa.
Sebagian besar masyarakat mendukung RUU ini, tapi tidak sedikit juga yang belum memahami isinya secara utuh.
Dalam lema-lema yang berkaitan dengan gender, bahasa Indonesia kental dengan patriarki dan misogini.
Kajian Cinta, bidang ilmiah yang relatif baru, membahas banyak topik dari novel romansa populer hingga masalah persetujuan dan hubungan konsensual di kamar tidur.
Di luar negeri Indonesia aktif mendorong implementasi gender di dalam hubungan internasional. Namun, upaya serupa tidak dilakukan di dalam negeri.
Penelitian dua tahun kami menunjukkan bagaimana penulis dan jurnalis perempuan menggunakan platform daring untuk terlibat dalam aktivisme gender, dan bagaimana cara mereka menghadapi tantangan dan kesempatan yang ada melalui media digital.
Perempuan pekerja kantoran menghadapi beban mental yang cukup berat selama pandemi. Kondisi kerja yang ramah perempuan masih menjadi hal yang mahal buat kebanyakan pekerja.
Ketidaksetaraan gender membuat perempuan memiliki risiko lebih besar terkena coronavirus.
Hanya 7% dari total penelitian di Indonesia selama 2013 hingga 2017 yang menggunakan perspektif gender and minoritas.
Tingkat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) meningkat selama pandemi
Kesetaraan gender di Indonesia perlu turut mensosialisasikan peran lelaki dalam rumah tangga, bukan hanya peran perempuan dalam berkarier.
Bahasa Indonesia menyimpan seksisme dalam bentuk kata, asosiasi, dan wacana. Mengikuti langkah Oxford Dictionary, kita bisa menempuh sejumlah cara agar seksisme bisa dihilangkan dari bahasa Indonesia.
Pendidikan di Indonesia mudah diakses perempuan, tapi kurikulum dan materi ajar masih diskriminatif.
Motorisasi pesat membuat Kota Solo memprioritaskan kebijakan yang mendukung akses sepeda motor, dengan perhatian yang minim untuk pengendara sepeda sehingga membuat perempuan miskin termarjinalisasi.
Perempuan korban perkosaan inses tidak bisa memberontak karena tekanan lingkungan dan ketergantungan finansial, dan anggota keluarga lain tidak memiliki kekuatan untuk menolong korban.
Riset menemukan bahwa rumah tangga miskin lebih memprioritaskan pendidikan mahal untuk anak laki-laki, sementara anak perempuan dikirmkan ke madrasah yang murah. Kenapa?
Mainan baru yang netral adalah kemajuan, tapi butuh usaha lebih dari itu.
Kita kehilangan kesempatan melibatkan dan menggunakan pengetahuan perempuan dalam mitigasi perubahan iklim.
Perempuan rata-rata bergaji lebih rendah di banding pria, namun bagi wanita di bawah usia 30 tahun perbedaan ini semakin mencolok dan mencapai 27.60%.
Identifikasi dan mengatasi hambatan untuk mencapai partisipasi yang setara dalam kehidupan sosia dan ekonomi dapat meningkat taraf hidup masyarakat pesisir.



















