Articles on Gempa Bumi
Displaying 21 - 30 of 30 articles
Pemantauan bencana dan sistem peringatan tidak akan berguna jika orang tidak memahami pesan, tidak mempercayai pesan, dan tidak memiliki tempat yang aman untuk dituju.
Belajar dari gempa Lombok dan Palu, seharusnya pemerintah dan masyarakat Indonesia bangkit dan sadar pentingnya dan gentingnya beraksi mengurangi risiko bencana.
Walaupun likuifaksi baru menjadi populer minggu ini, kerentanan daerah Palu terhadap likuifaksi sebenarnya sudah dikaji.
Penanggulangan bencana dimungkingkan dengan adanya dukungan dari masyarakat.
Usaha-usaha sebelumnya untuk melindungi gedung-gedung dari gempa bumi dengan mengubah dasar bangunan mereka hasilnya menunjukkan sesuatu yang menjanjikan.
Palu tidak memiliki tsunami buoys alias alat pelampung peringatan tsunami karena minimnya dukungan dana dari pemerintah terhadap BPPT.
Sejak publikasi katalog gempa Jepang yang berisi 8331 gempa yang dideteksi seismograph yang dikembangkan Milne dan timnya, kalangan akademisi dan birokrat Jepang menjadi lebih sadar gempa.
Hampir semua pemerintah daerah di Indonesia tidak memiliki agenda membangun rumah yang lebih tahan gempa dalam 10 tahun terakhir.
Lombok dan Bali terpapar risiko gempa dan tsunami karena pertemuan lempeng Bumi dan aktivitas lempeng yang menyesar ke utara.
Gempa tektonik tidak selalu menyebabkan gunung api meletus. Jikapun letusan terjadi, maka kondisi sebuah gunung api harus dalam kritis.









