Articles on Depresi pada remaja
Displaying all articles
Masalah kesehatan mental pada remaja terkadang dapat terjadi dalam bentuk yang tidak terduga.
Riset baru menunjukkan banyak anak muda melaporkan rasa lega sesaat setelah tindakan self-harm. Tapi ada cara-cara untuk membantu remaja menggantikan perilaku melukai dengan kebiasaan yang sehat.
Sebagian besar perkembangan sosial remaja terjadi secara online. Risikonya sudah diketahui, tetapi manfaat nya sering diabaikan.
Kasus bunuh diri siswi SMP 147 Jakarta Timur membuat komunitas pendidikan mempertanyakan kesehatan mental di lingkungan sekolah. Akademisi menyarankan tiga hal untuk memperbaikinya.
Pakar memperingatkan bahwa waktu penggunaan gadget yang berlebihan meningkatkan risiko obesitas, kebugaran fisik yang rendah, kecemasan dan depresi.
Remaja perlu dilatih untuk mengingat kenangan positif untuk menanggulangi gejala-gejala depresi.
Hal yang lebih penting adalah program promosi dan prevensi untuk mencegah terjadinya depresi itu sendiri, yaitu memperkuat faktor protektif dan menurunkan faktor risiko pada remaja.
Guru bimbingan di sekolah, dokter umum, dan perawat dapat menggunakan kuesioner khusus untuk mendeteksi gejala masalah kesehatan mental pada remaja.






