Articles on COVID-19
Displaying 361 - 380 of 437 articles
Saat ini Indonesia dalam persimpangan penting untuk mencegah perluasan COVID, dalam artikel ini 6 rekomendasi strategi berbasis bukti diajukan agar Indonesia mampu mengendalikan COVID tanpa lockdown.
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern memberikan teladan bagi kebanyakan politikus Barat dalam kepemimpinan di tengah krisis.
Gugatan class action pertama di Indonesia terjadi pada 1987. Gugatan yang pertama menang terjadi di 2001.
Keberhasilan Didi Kempot dalam menyihir kembali publik Indonesia di era sekarang menjadi faktor utama yang mendorong kesuksesan konser amal virtualnya.
Dalam perspektif hukum tata negara, ada masalah dalam peraturan-peraturan darurat Jokowi.
Pemerintah kerap kali menggunakan bahasa elitis dalam mengomunikasikan informasi COVID-19. Hal ini pula yang mengakibatkan informasi tesebut belum mampu dicerna seluruh lapisan masyarakat.
Kemampuan menahan laju penderita yang tidak perlu perawatan di RS menjadi salah satu strategi utama yang dapat ditempuh untuk menghindari runtuhnya sistem layanan kesehatan.
Selama pandemi COVID-19, kegiatan seksual berisiko menularkan virus. Seorang peneliti seks menjelaskan bagaimana seks terkait dengan pandemi saat ini, dan bagaimana cara mencegah penularan.
Inisiatif warga dalam menerapkan karantina wilayah mendiri menunjukkan dua sisi yang berlawanan yaitu sisi positif dan juga negatif.
Kondisi perekonomian yang turun drastis karena pandemi COVID-19 berpotensi menimbulkan PHK besar-besaran
Terlalu sedikit dan terlalu banyak tidak baik.
Pada awal pandemi seperti ini, hendaknya anjuran “berpikir positif” berhenti digaungkan. Saran ini mudah sekali disalahpahami orang awam dan akibatnya dapat mengaburkan usaha menghambat laju virus.
Kelompok yang rentan semakin berisiko saat bencana terjadi. Pandemi jelas tidak bisa dihadapi sendiri.
Terdapat tiga langkah strategis yang dapat dilakukan Kemendikbud untuk mendukung budaya pembelajaran daring di Indonesia, bahkan pasca pandemi COVID-19 berakhir.
Mereka tidak mampu memimpin dalam situasi krisis karena sifat bias optimisme dan rasa puas diri, ambigu, dan anti-sains.
Pada 2020, ancaman krisis keuangan datang dari peningkatan risiko kredit di sektor riil.
Tulisan ini akan berusaha menjelaskan mengapa tes diagnosis cepat ini bisa tidak akurat dalam mendeteksi virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab COVID-19.
Di situasi sekarang, bisa jadi rutinitas yang monoton menyebabkan kita merasa lelah. Bagaimana cara untuk memperoleh energi kembali?
Hingga kini belum ada satu vaksin pun dapat mengalahkan daya lindung BCG terhadap TBC.
Egoisme masing-masing negara perlu dikesampingkan dalam menghadapi pandemi



















