Kuota 30% dan ‘zipper system’ menjadi penyokong bagi peningkatan keterwakilan perempuan di parlemen. Namun, dalam prosesnya masih ada praktik ketidakadilan.
Articles on caleg perempuan
Displaying all articles
Jelang Pemilu 2024, partai politik perlu membuka ruang selebar-lebarnya bagi kaum muda untuk bisa untuk menjadi caleg dan maju di kontestasi politik.
Organisasi nonpemerintah (NGO) perempuan perlu lebih gencar mempersiapkan kandidat potensial bakal caleg perempuan untuk maju dalam Pemilu 2024.
Media sosial memberikan peluang yang lebih signifikan bagi caleg perempuan untuk mempromosikan diri dan meningkatkan elektabilitasnya dalam pemilu.



