Articles on Selisik Integritas Akademis

Displaying 1 - 20 of 34 articles

Konferensi adalah ajang bagi para akademisi untuk mempresentasikan temuan riset. crystal/pixabay

Jalan pintas untuk terlihat berhasil: Sisi psikologis dari kasus penipuan riset di konferensi internasional

Ramai dugaan pemalsuan identitas dan data riset dalam sejumlah konferensi ilmiah internasional yang melibatkan sekelompok peneliti independen dari Indonesia. Apa penjelasan psikologisnya?
Tuntutan kebijakan membuat banyak dosen dan peneliti terburu-buru melakukan riset dan menerbitkannya. UnderhilStudio/shutterstock

‘Slow science’ lebih cocok untuk riset bidang sosial humaniora di Indonesia

Dalam konteks riset sosial dan humaniora (soshum), pendekatan ‘slow science’ lebih tepat untuk digunakan karena dapat membantu peneliti memperkuat kedalaman analisis.
Banyak dosen memiliki kendala dalam menulis artikel ilmiah, terutama dalam bahasa Inggris. SeventyFour/shutterstock

4 masalah yang kerap dihadapi dosen Indonesia ketika menulis artikel ilmiah

Terdapat 4 masalah yang kerap dihadapi oleh dosen Indonesia dalam menulis artikel ilmiah untuk jurnal internasional. Apa saja?
Ketika peneliti dan penelaah bekerja keras mengidentifikasi kesalahan, penerbit komersial justru meraup keuntungan dari volume publikasi dan prestise—membiarkan karya ilmiah bermasalah terus beredar, menyesatkan kebijakan, dan memengaruhi pengambilan keputusan lama setelah kekeliruannya diketahui. Ilustrator: Abiyasa Abiguna

Saat kesalahan karya ilmiah dibiarkan: Penerbit tetap untung, publik yang rugi

Sistem penerbitan akademik seringkali membiarkan kesalahan ilmiah tetap ada karena lebih mengutamakan keuntungan dan prestise daripada koreksi yang cepat.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (tengah) bersama Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung (kanan) dan Sekjen Kementerian ESDM Dadan Kusdiana (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11/2024). Rapat tersebut membahas progres dan evaluasi pelaksanaan program triwulan III tahun 2024, rencana program kerja 100 hari dan program strategis tahun 2025 Kementerian ESDM. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/YU.

Polemik gelar doktor Bahlil: Kualitas publikasi dikorbankan demi lulus cepat?

Gelar doktor Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menulai polemik. Analisis terhadap karya ilmiah Bahlil menunjukkan berbagai kelemahan mendasar, mulai dari metode penelitian hingga kualitas referensi.
Sergei25/shutterstock.

Riset: 8 dari 10 guru besar di Indonesia terindikasi menerbitkan artikel di jurnal ‘predator’

Riset menunjukkan bahwa guru besar di Indonesia banyak yang menerbitkan karya ilmiah di jurnal ‘predator’. Apa dampaknya bagi proses pengangkatan guru besar di masa depan?

Top contributors

More