Articles on tenaga kesehatan
Displaying 1 - 20 of 23 articles
Banyak ibu dengan anak berat badan kurang menerima cap negatif dari tenaga kesehatan. Riset ini menunjukkan bahwa stigma bisa perparah kasus wasting dan stunting.
Polemik terkait pengaturan profesi psikologi tidak akan pernah selesai jika semua pihak terjebak pada ego sektoral dan tafsir hukum semata. Yang terpenting adalah memastikan perlindungan masyarakat.
Masjid bisa dimanfaatkan sebagai pos layanan kesehatan darurat ketika faskes lumpuh.
Bidan berisiko tinggi ‘burnout’ karena dibebani tugas administrasi dan harus menangani ribuan pasien nyaris 24 jam. Pemerintah perlu lakukan ini.
Konseling menyusui dari tenaga kesehatan bisa tingkatkan keberhasilan ibu menyusui secara eksklusif.
Pengenaan tarif PNBP pada layanan labkesmas berisiko hambat respons penanganan penyakit menular di daerah. Ini yang perlu dilakukan pemerintah.
Dokter bisa resepkan lima obat sekaligus untuk mengatasi orang dengan banyak penyakit. Namun, cara ini juga berisiko membahayakan kesehatan.
Kader kesehatan berperan penting dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Namun, pemerintah perlu tingkatkan kompetensi dan intensif mereka.
Kader kesehatan berperan penting dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat. Apa saja peran mereka?
Rencana ambisius Prabowo untuk menambah jumlah fakultas kedokteran dan menggenjot beasiswa kedokteran guna mengatasi kekurangan dokter tidak solutif. Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah?
Sekitar 1,2 juta SDM kesehatan telah mengikuti pembelajaran digital lewat Plataran Sehat yang diluncurkan pada akhir pemerintahan Jokowi. Bagaimana nasib aplikasi ini ini di era Prabowo?
Wilayah Jawa-Bali masih mendominasi ketersediaan dokter dibandingkan wilayah Indonesia timur.
Sanksi tegas berupa dicabutnya izin praktik tenaga akibat hadiah pelatihan dari perusahaan belum pernah terjadi. Mereka berkelit bahwa susu itu untuk ibu yang ASI-nya tidak lancar.
Ujian kompetensi ini juga mengubah konsentrasi pengajaran dosen dan titik tekan pendidikan di program studi.
Tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit rujukan COVID-19 memiliki status kesehatan yang lebih rendah dibanding dengan tenaga kesehatan yang bekerja di fasilitas kesehatan lainnya.
Pemerintah harus memperhatikan hak-hak asasi tenaga kesehatan
Meski banyak manfaat, pelayanan perawatan virtual belum didukung regulasi dan infrastruktur telekomunikasi yang memadai.
Kebijakan di level makro yakni memastikan tidak terjadinya penumpukan kasus di masyarakat adalah langkah kunci lain sebagai upaya proteksi terhadap tenaga kesehatan di rumah sakit.
Terbatasnya alat pelindung Diri (APD), ketakutan menjadi sumber penularan bagi keluarga dan orang terdekat, dan ketakutan tertular COVID-19 menjadi sumber dari kecemasan mereka.
Setelah hampir setahun perang melawan COVID-19, penyebab tingginya angka kematian tenaga kesehatan menjadi jauh lebih kompleks.


















