Articles on STEM
Displaying all articles
Conversation Corner edisi ke-12 membahas partisipasi perempuan di bidang STEM
Perempuan sulit berkarier di STEM bukan karena kurang mampu, tetapi karena norma kepantasan membatasi suara, mobilitas, dan kepemimpinan. Tanpa perubahan sistem, kesetaraan hanyalah slogan.
CC BY65.6 MB (download)
Perdebatan antara rumpun ilmu sains dan teknologi (saintek) dengan ilmu sosial dan humaniora (soshum) kembali mencuat di ruang publik digital. Isu ini berawal dari kebijakan beasiswa pemerintah yang dinilai…
Peluncuran DeepSeek disebut sebagai serangan “Pearl Harbour” di dunia AI
Keterlibatan perempuan dalam STEM akan membuka jalan bagi kesetaraan gender dan memberikan kontribusi nyata bagi masa depan umat manusia.
Tingkat kenaikan partisipasi perempuan yang masuk di bidang STEM masih sangat lambat. Apa saja faktor penyebabnya?
Prabowo mengklaim bahwa proporsi perempuan di bidang STEM, khususnya di Unhan dan politeknik vokasi di Atambua, sangat besar. Benarkah?
Indonesia merupakan salah satu negara dengan lulusan STEM terbanyak. Bagaimana pengaruhnya ke kualitas sumber daya manusia Indonesia?
Bentuk-bentuk rasisme yang tidak kentara berdasarkan narasi yang salah itu sama saja dengan dehumanisasi - dan bukan lelucon.
Sangat sedikit diterangkan atau bahkan tidak pernah dijelaskan bagaimana asal usul suatu konsep dasar ilmu pengetahuan.
Teknologi digital mengubah dunia kerja. Apakah keterampilan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) lebih diminati pemberi kerja? Riset menjawab tidak.










